Pemda DIY: Dugaan Perundungan di SMAN 2 Bantul Diusut secara Objektif
Kasus dugaan perundungan dan kekerasan psikologis di SMAN 2 Bantul kini ditangani DP3APPKB Bantul melalui proses asesmen objektif tanpa intervensi.
Ilustrasi petir/Ist-The Independent
Harianjogja.com, SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memberikan peringatan potensi hujan lebat disertai petir tiga hari ke depan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA, Romadi.
Romadi mengatakan puncak musim hujan di DIY diperkirakan akan terjadi pada akhir Desember 2022 sampai Januari 2023. Masyarakat perlu waspada karena di puncak musim hujan dimungkinkan terjadi hujan sepanjang hari.
Dampak dari hujan yang terus menerus ini bisa menyebabkan banjir hingga tanah longsor. Para penambang pasir di sekitar lereng Merapi juga diminta waspada, karena hujan sepanjang hari bisa menyebabkan banjir lahar dingin.
"Kondisi cuaca di wilayah Jogja untuk tiga hari kedepan potensi hujan sedang sampai dengan Lebat yang disertai petir dan berpotensi angin kencang, dan wilayah terdampak hampir di sebagian wilayah DIY," ucapnya, Rabu (16/11/2022).
BACA JUGA: Dinilai Provokatif, Satpol PP Sleman Copot Spanduk Penolakan Anies Baswedan
Hujan lebat di DIY disebabkan oleh adanya pola tekanan rendah di Barat Sumatera serta pola tekanan tinggi di Barat Daya Australia. Pola tekanan tekanan tertutup di Barat Daya Kalimantan menyebabkan terjadinya pola pertemuan angin di sebagian besar wilayah Jawa termasuk DIY.
"Ditambah lagi suhu muka laut di perairan Selatan dan Utara Jawa juga cukup hangat, kondisi ini membentuk awan-awan hujan sangat besar. Potensi hujan rata-rata terjadi di siang, sore, dan malam hari," jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengaku telah melakukan berbagai persiapan mengantisipasi terjadinya hujan lebat. Apel siaga seluruh personel terkait telah dilaksanakan pada Sabtu (12/11/2022) lalu.
"Apel siaga dalam rangka menghadapi bencana hidrometeorologi. Kemudian kami juga menyiapkan posko 24 jam terus selalu update informasi berkaitan dengan ancaman," paparnya.
Masyarakat diminta waspada pada potensi bencana hidrometeorologi. Dalam upaya penanggulangan bencana, kata Makwan, sinergi dilakukan dengan semua pihak. "Jadi kaitannya misal butuh alat berat ya kami telepon DPUPKP datang. Dinas Kesehatan, ini ada yang terluka maka mereka datang membantu."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan perundungan dan kekerasan psikologis di SMAN 2 Bantul kini ditangani DP3APPKB Bantul melalui proses asesmen objektif tanpa intervensi.
Lenovo luncurkan AI Student Phone tanpa game dan medsos. Fokus belajar, dilengkapi kontrol orang tua dan pelacakan GPS.
Menko Muhaimin pastikan pasien kronis tetap terlindungi JKN. Pemerintah siapkan tambahan anggaran Rp20 triliun untuk layanan kesehatan.
YPI RUS Kudus siapkan SMP Internasional berbasis Cambridge, bilingual, dan vokasi untuk cetak generasi unggul berdaya saing global.
Pemda DIY siapkan Raperda Perfilman untuk bangun ekosistem film berbasis budaya sekaligus dorong industri kreatif lokal.
Pemerintah resmi mewajibkan registrasi SIM dengan biometrik wajah mulai 2026 untuk meningkatkan keamanan dan mencegah kejahatan digital.