Advertisement

Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Jogja, Ini yang Dilakukan Pemkot

Yosef Leon
Kamis, 10 November 2022 - 16:07 WIB
Bhekti Suryani
Ancaman Bencana Hidrometeorologi di Jogja, Ini yang Dilakukan Pemkot Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota Jogja mengaku tengah mengintensifkan kesiapsiagaaan dan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang masuk musim penghujan dan ancaman bencana hidrometeorologi. Selain mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga diminta untuk melakukan antisipasi terhadap insiden kebencanaan. 

Penjabat Wali Kota Jogja, Sumadi mengatakan, memperhatikan situasi cuaca yang belakangan terus menerus hujan pihaknya telah mengintruksikan kepada OPD terkait untuk melakukan pemantauan. Kepada BPBD, Ia telah meminta agar koordinasi dengan masyarakat dan relawan diperkuat agar pantauan terhadap kerawanan di setiap wilayah bisa dimaksimalkan. 

Advertisement

BACA JUGA:  TelkomClick 2023: Kesiapan Kerja Karyawan dalam Sukseskan Strategi Five Bold Moves di Tahun 2023

"Bahkan kemarin kan juga sempat ada aliran sungai yang meluap, kita juga sudah minta BPBD koordinasi dengan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengidentifikasi kondisi masing-masing wilayah," ungkap Sumadi, Kamis (10/11/2022). 

BACA JUGA: Vladimir Putin Batal Hadiri KTT G20 Bali

Di sisi lain, berkaca pada insiden atap gedung sekolah yang ambruk dan memakan korban jiwa di Gunungkidul lalu Pemkot Jogja juga mengklaim telah berkomunikasi dengan Disdikpora setempat untuk melakukan telaah terhadap sarana dan prasarana sekolah. Tak hanya itu, DLH juga diharapkan responsif dengan situasi pepohonan yang ditengarai rawan terhadap ancaman bencana.

"Bangunan juga sudah kota minta untuk diperhatikan. Kita juga minta DLH untuk memangkas pohon yang sudah terlalu lebat dan tinggi, serta yang lapuk juga dipantau," jelasnya. 

Sementara BPBD DIY meminta segenap elemen masyarakat untuk siaga dalam menghadapi potensi dan ancaman bencana hidrometeorologi. Musim penghujan yang terus menerus terjadi diperkirakan masih akan berlangsung sampai dengan Februari 2023 mendatang. 

Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, BMKG telah memprediksi bahwa intensitas hujan sedang dan lebat terus terjadi pada November dan Desember mendatang. Pihaknya pun meminta semua komponen masyarakat untuk siaga dengan kondisi cuaca saat ini. 

"Saat ini kita berada pada musim penghujan yang menurut BMKG akan berlangsung sampai Februari 2023 dengan curah hujan yang tinggi, sehingga semua komponen harus menyiapkan diri," kata Biwara. 

Dia menyebut, di DIY cukup banyak sekali potensi bencana yang mengancam mulai dari banjir, longsor, pohon tumbang dan lain sebagainya. Oleh karenanya ditambah dengan situasi musim penghujan seperti sekarang, kewaspadaan setiap pihak harus ekstra. 

"Kita banyak sekali potensi ancaman bencana dan pada situasi seperti sekarang ini semua harus siaga, baik provinsi, kabupaten kota dan forum pengurangan risiko bencana tingkat desa, kaltana, dan SPAB, saatnya kita mengaktivasi berbagai hal yg sudah kita siapkan selama ini," kata dia. 

Semua pihak diharapkan responsif dengan kondisi lingkungan masing-masing. Setiap titik dan area yang dikira rawan harus ditindaklanjuti secepat mungkin agar ada antisipasi kebencanaan. Jangan sampai terjadi insiden yang tidak diharapkan dengan situasi musim penghujan sekarang. 

"Dan yang lebih penting adalah bagaimana melakukan asesment dan pencermatan di lingkungan masing-masing baik sekolah, kantor dan yang lain, kalau ada yang rawan dan bisa terjadi bencana hendaknya diantisipasi," ungkapnya.

Di sisi lain, sekolah juga diharapkan untuk tetap memantau kondisi bangunan masing-masing. Jangan sampai insiden atap gedung roboh yang memakan korban jiwa di Playen Gunungkidul kembali terjadi. "Sekolah juga harus bisa memastikan bahwa anak murid yang beraktivitas itu aman. Kami juga berharap agar semua pihak siaga dan mengurangi potensi risiko yang di lingkungan," imbuhnya.

BACA JUGA:  Finnet Dukung Digitalisasi Sistem Pembayaran Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

202 Makam di Boyolali Tergusur Tol Jogja Solo, Para Ahli Waris Terima UGR Rp1 Miliar

News
| Minggu, 02 April 2023, 11:47 WIB

Advertisement

alt

Ini Wisata Air di Wilayah Terpencil Gunungkidul yang Menarik Dikunjungi

Wisata
| Sabtu, 01 April 2023, 18:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement