Sosiolog UGM Soroti Kasus Bom Rakitan Sekolah, Jadi Alarm Pendidikan
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.
Petasan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Aksi konvoi sepeda motor disertai petasan yang dilakukan sekelompok remaja di jalan raya di Tamanmartani, Kalasan, Sleman berakhir di kantor polisi. Empat anak akhirnya diamankan setelah kedapatan berkendara ugal-ugalan yang dinilai meresahkan warga.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/3/2026) malam, tidak lama setelah rombongan remaja itu mengikuti kegiatan buka bersama di wilayah Kalasan.
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, menjelaskan petugas bergerak setelah menerima laporan masyarakat mengenai konvoi sepeda motor yang melaju tidak tertib di jalan.
"Personel gabungan piket fungsi Polsek Kalasan Polresta Sleman mengamankan sejumlah anak yang tergabung dalam rombongan kendaraan bermotor usai kegiatan buka bersama, yang diduga meresahkan masyarakat di wilayah Kalasan," kata Salamun pada Sabtu (14/3/2026).
Dalam laporan warga, rombongan pengendara motor tersebut disebut melakukan aksi ugal-ugalan sambil menyalakan petasan dan kembang api ketika melintas di Jalan Solo–Jogja. Lokasi kejadian berada di Simpang Lima Proliman, Keniten, di Tamanmartani, Kalasan, Sleman.
Setelah menerima laporan tersebut, petugas segera menuju lokasi untuk menghentikan rombongan kendaraan yang melintas di kawasan itu.
Polisi kemudian mengamankan empat anak beserta kendaraan yang mereka gunakan. Keempatnya dibawa ke Polsek Kalasan untuk menjalani pemeriksaan oleh Unit Reskrim.
Setelah proses pemeriksaan, para remaja tersebut tidak langsung dikenai sanksi hukum. Polisi memilih memberikan pembinaan dan edukasi agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.
Petugas menilai aksi berkendara ugal-ugalan dan menyalakan petasan di jalan dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Orang tua dari masing-masing anak juga dipanggil ke Polsek Kalasan untuk mendapatkan penjelasan mengenai kejadian tersebut sekaligus diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak.
"Seusai proses pembinaan, keempat anak tersebut diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing untuk selanjutnya dilakukan pengawasan di lingkungan keluarga," tegas Salamun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.
IHSG ditutup naik 0,80 persen ke level 6.236,13 pada Jumat, didorong sentimen positif dari bursa Asia, AS, China, dan faktor domestik.
KTP dicatut untuk pinjol ilegal bisa merusak skor kredit. Simak cara cek penggunaan NIK secara gratis melalui iDebku OJK dan langkah yang harus dilakukan jika m
Kasus kematian Naura di RSUD Prambanan disepakati selesai secara damai. Keluarga menerima penjelasan medis dan akan mencabut laporan ke Polda DIY.
Sebanyak 197 pemuda dari 17 kelurahan di Kota Magelang dibekali menjadi Local Champion untuk mengembangkan wisata, budaya, dan ekonomi kreatif.
Aston Villa menjalani latihan di GBK jelang menghadapi Indonesia All Stars. John McGinn, Alejandro Garnacho, dan Joao Gomes ikut berlatih.