PHK Industri Tak Hanya Dipicu Harga Gas, Ini Penjelasan Said Iqbal
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Peluncuran film fiksi dan vlog bertajuk Membudayakan dan Memasyarakatkan Sumbu Filosofi/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kebudayaan DIY meluncurkan film fiksi dan vlog bertajuk Membudayakan dan Memasyarakatkan Sumbu Filosofi. Kepala Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi [BPKSF] Dwi Agung Hernanto menyampaikan peluncuran film ini untuk memperkenalkan sumbu filosofis ke masyarakat luas.
Dwi menyampaikan media film dan vlog dipilih untuk menjaring masyarakat milenial. "Sasaran kita selain masyarakat umum, utamanya yang milenial, yang kadang milenial dengan hal yang bersifat budaya agak antipati," kata Dwi dalam Launching Film dan Diskusi bertajuk Membudayakan dan Memasyarakatkan Sumbu Filosofi, hasil kerja sama dengan Harian Jogja tersebut, Kamis (17/11/2022).
Dwi berharap melalui media tersebut informasi yang ingin disampaikan dapat dipahami masyarakat dengan baik.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Laksmi Pratiwi menyampaikan sumbu filosofi, yang saat ini sedang diujikan di UNESCO, merupakan area yang dinominasikan sebagai warisan budaya dunia. Dian berharap dengan adanya film ini, masyarakat di area sumbu filosofi dapat memetik manfaat adanya sumbu filosofi sebagai warisan budaya dunia.
BACA JUGA: Puluhan Ojol di Bantul Jadi Korban Orderan Fiktif, Begini Modusnya
"Ini merupakan upaya penyebarluasan informasi yang akan melahirkan peluang untuk memberdayakan masyarakat di area nominasi pada khususnya, dan masyarakat DIY," kata Dian.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono menyampaikan, menyiarkan sumbu filosofi menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya ke masyarakat Jogja, tapi juga dunia. "Semoga pesan-pesan yang bagus ini benar-benar ditangkap oleh masyarakat luas," kata Anton.
Film Angkringan Asmara dan Vlog Sumbu Filosofi karya director D.P. Mahardika dan naskah Sirojul Khafid diputar sore itu. Cuplikan salah satu adegan dalam film, pohon-pohon yang berada di sumbu filosofi memiliki arti. Misalnya, pohon Tanjung yang bermakna menyanjung. Konsep sumbu filosofis itu harmonis antara Tuhan, manusia dan alam. Selanjutnya penonton disuguhkan tayangan berkonsep obrolan di angkringan bertopik sumbu filosofis.
Kali ini, Disbud DIY bekerja sama dengan Harian Jogja meluncurkan dua film fiksi dan 20 vlog yang dapat disaksikan melalui Youtube.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Haedar Nashir menegaskan pendidikan nasional harus kembali pada amanat konstitusi saat meresmikan Muhammadiyah Sapen Universal School di Bantul.
Ini bertujuan memperoleh masukan dari berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan model layanan kesehatan mental berbasis Artificial Intelligence (AI).
Jonatan Christie kembali bertanding saat Indonesia mengirim 12 wakil ke Japan Open 2026. Fajar/Fikri dan sejumlah pemain andalan siap bangkit di Tokyo.
Polresta Jogja menetapkan 14 tersangka baru dalam kasus Daycare Little Aresha. Total tersangka kini mencapai 27 orang dengan 103 anak tercatat sebagai korban.
Kolombia tim terakhir lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026. Asia habis tak tersisa, Eropa dominan dengan 7 wakil. Simak daftar lengkap tim lolos!