Archipelago Gelar Street Food Korea Festival di Jogja, Ramai Diserbu
Archipelago Hotels hadirkan Korean Street Food Festival di Jogja. Sajikan kuliner autentik hingga live cooking interaktif.
Imam Priyono menyampaikan pentingnya akuntansi desa dalam bedah buku Akuntansi Desa di Kemetiran, Jogja, beberapa waktu lalu./Istimewa
JOGJA—Arah pembangunan yang berbasis desa membuat banyak dana terkucur ke daerah. Bersama dengan itu, perangkat desa dituntut mampu membuat laporan keuangan sesuai dengan standar pemerintah.
Anggota DPRD DIY, Imam Priyono, menyampaikan kini pembangunan berbasis desa sehingga banyak dana mengalir ke desa. Menurutnya hal itu membuat akuntan desa harus mampu membuat laporan keuangan yang baik.
Selain itu, menurut Imam akuntan desa juga harus memahami regulasi pelaporan keuangan.
“Karena yang namanya anggaran pemeriksaan dari BPK selalu dimulai dengan uji kepatuhan terhadap regulasi. Setelah itu baru ke arah substantif, ke arah bilangan. Ketika itu sudah betul ya sudah,” ucapnya dalam bedah buku Akuntansi Desa yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY, Selasa (15/11/2022).
Menurut Imam, akuntan desa diharapkan mampu mempertanggungjawabkan anggaran yang dikeluarkan pemerintah melalui desa. Imam menilai kemampuan akuntansi desa sangat penting.
“Karena desa memperoleh bantuan rata-rata lebih dari Rp1 miliar. Apalagi kalau di DIY ada danais [dana istimewa] yang jumlahnya ratusan juta. Ini sangat penting untuk akuntansi desa untuk membuat laporan sesuai standar yang diinginkan pemerintah,” ujar Imam.
Salah satu praktisi yang dihadirkan, Suryani menyampaikan laporan keuangan yang dihasilkan akuntan desa, nantinya harus sesuai standar pelaporan sektor publik. Namun, ia menilai SDM (sumber daya manusia) yang ada di kelurahan belum memadai.
“Kebanyakan SDM yang ada di kelurahan belum memenuhi kriteria untuk dapat membuat laporan sesuai aturan yang ada. Sehingga [untuk menghasilkan] SDM yang lebih bagus dan berkualitas butuh effort bagi kelurahan untuk memberikan pelaporan,” ucap Suryani.
Suryani menilai buku Akuntansi Desa karya David Wijaya yang terbit tahun 2018 sekilas terlihat terlalu banyak pembahasan berdasarkan aturan. “Kalau dilihat sekilas terlihat terlalu banyak yang ditulis karena yang dibahas berdasarkan peraturan, sehingga akuntansinya hanya sedikit,” ucapnya.
Buku terbitan Gava Media tersebut terdiri dari lima bab yang berisi seputar latar belakang perlunya desa melakukan pengelolaan keuangan, kebijakan keuangan desa, pengelolaan keuangan desa, akuntansi desa dan akuntansi pemerintah berbasis akrual. (CRY22).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Archipelago Hotels hadirkan Korean Street Food Festival di Jogja. Sajikan kuliner autentik hingga live cooking interaktif.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.