Bantul Kucurkan Rp2,17 Miliar untuk Perbaikan 89 Rumah Tak Layak Huni
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Wakil Gubernur Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan, Yang Kumhee (tengah) didampingi Bupati Kulonprogo, R. Agung Setyawan saat berkunjung ke desa percontohan Saemaul di Kalurahan Nanggulan, Sabtu (3/5/2025). /Istimewa.)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menyambut kunjungan Wakil Gubernur Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan, Yang Kumhee, dalam lawatannya ke desa percontohan Saemaul di Kalurahan Nanggulan, Sabtu (3/5/2025).
Kunjungan ini menandai penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan dalam bidang pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.
Bupati Kulonprogo, R. Agung Setyawan, mengapresiasi kontribusi Saemaul Foundation (SF) melalui Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia (YGSI) yang telah melaksanakan program pembangunan berbasis masyarakat di wilayahnya.
BACA JUGA: Kapanewon Nanggulan Raih Juara I Saemaul Global Competition 2024
“Semoga program ini membawa manfaat bagi warga kalurahan masing-masing. Saya juga berharap apa yang sudah diajarkan, diarahkan, dan diberikan oleh YGSI dapat dikembangkan oleh masing-masing Kalurahan,” ujar Agung.
Sekretaris Daerah DIY Beny Suharsono menilai program Saemaul Undong selaras dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam aspek reformasi kalurahan dan pemberdayaan wilayah selatan DIY.
“Program ini kami nilai sangat selaras dengan visi Gubernur DIY periode 2022-2027, terutama dalam hal reformasi kalurahan dan pemberdayaan kawasan selatan,” kata Beny.
Adapun Yang Kumhee berkomitmen untuk terus mendukung DIY melalui pendekatan pembangunan model Saemaul. Menurutnya, program ini telah terbukti sukses membangun Korea Selatan sejak dekade 1970-an.
BACA JUGA: Saemaul Foundation Gelar Kompetisi Pengolahan Jamur Krispi Se-Kapanewon Nanggulan
“Provinsi Gyeongsangbuk-do akan terus memberikan dukungan melalui program Saemaul ini, dengan menerapkan prinsip Saemaul supaya daerah pedesaan yang ada di DIY dapat berkembang menjadi lebih baik,” kata Yang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.