Klaten Ubah Sampah Jadi Listrik, Proyek Dimulai Tahun Ini
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Narasumber diskusi Ngobras Sastra Metafisika Road to Ranggalawe Dipaksa Makar 2023, Tito Pangesthi Adjie (dua kiri), Nur Iswantara (tengah), Joko Santosa (dua kanan), dan Wahyana WM/Harian Jogja-Hadid Husaini
Harianjogja.com, KRATON—Akademi Seni dan Drama Indonesia (Asdrafi) bersiap mementaskan pertunjukan drama Ranggalawe Dipaksa Makar yang disutradarai Tito Pangestie Adjie.
Buat mematangkan konsep pertunjukan, digelar diskusi Ngobrol Bareng Asdrafi (Ngobras) Sastra Metafisika Road to Ranggalawe Dipaksa Makar 2023 di Ndalem Pakuningratan atau di bekas kampus Asdrafi, Senin (21/11/2022) malam.
Penulis novel Ranggalawe Dipaksa Makar, Joko Santosa, mengungkapkan apa yang ia tuliskan ini merupakan perjalanan spiritual yang telah ia alami. Dia menyampaikan nasib Indonesia saat ini berada dalam kondisi terancam. Kondisi bangsa saat ini merupakan Dejavu masa lalu ketika awal-awal keruntuhan Kerjaan Majapahit.
“Apa yang dialami para pemimpin masa lalu adalah korban dari sistem,” ujar Joko Santosa yang menjadi salah satu narasumber dalam diskusi Ngobras, Senin.
BACA JUGA: Pakar Curiga, Rencana Pemangkasan Karst di Gunungkidul karena untuk Ditambang
Selain Joko ada tiga narasumber diskusi Ngobras yang memberikan pengayaan perspektif dari berbagai disiplin ilmu seni. Ketiganya adalah Tito Pangesthi Adjie (Sutradara), Nur Iswantara (Dosen Fakultas Seni dan Pertunjukan ISI Yogyakarta), dan Wahyana WM (seniman sastra lakon).
Lebih lanjut Joko mengatakan pementasan Ronggolawe Dipaksa Makar ini sekaligus untuk menyampaikan pesan besar perlunya kewaspadaan agar Indonesia tidak mengalami nasib serupa seperti yang dialami Majapahit.
Asdrafi dipilih Joko Santosa untuk menggarap pentas pertunjukan yang akan digelar pada 4 Januari 2023 mendatang karena institusi sudah sangat matang dalam menggarap seni pertunjukan seni drama.
Sekjen Asdrafi, Mahmoud Elqadrie menyampaikan sangat serius untuk bisa mengangkat pertunjukkan yang berasal dari sastra novel ini. Dalam proses persiapan menuju pementasan, Elqadrie menyampaikan banyak tantangan yang dihadapi. Menurutnya, persiapan yang paling menantang adalah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dan manajemen. Menurutnya jika kedua hal tersebut jika tidak dipersiapkan dengan matang maka akan mempengaruhi baik-buruknya saat pertunjukan pementasan.
Sutradara pertunjukan Tito Pangesthi Adjie mengatakan berbagai gagasan ditampilkan termasuk penggunaan berbagai perangkat teknologi. Napas milenial akan banyak ditampilkan pada pementasan.
“Penggunaan multimedia dan animasi. Sekarang ini penonton resminya tinggal anak-anak milenial, kami melihat potensi pertama pada pemerannya,dan kedua pasarnya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Lionel Scaloni mengakui Argentina kesulitan menghadapi Swiss sebelum menang 3-1 di perempat final Piala Dunia 2026. Albiceleste akan menghadapi Inggris.
BPBD Kota Jogja meningkatkan kesiapsiagaan musim kemarau 2026 dan mengimbau warga mewaspadai fenomena bediding serta risiko ISPA hingga kebakaran.
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo pulang naik kereta usai diperiksa KPK terkait OTT yang menjerat Bupati Etik Suryani. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.
Korban tewas gempa Venezuela pada 24 Juni bertambah menjadi 4.333 orang. Lebih dari 18.000 warga masih tinggal di penampungan sementara.