Kemendikdasmen Target Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Diskusi Festival Film bertajuk Perempuan di Kantor PKBI DIY, Minggu (19/12/2022) malam. /Istimewa-PKBI.
Harianjogja.com, JOGJA—Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DIY menjadikan film sebagai salah satu strategi untuk menggaungkan isu perempuan, hak kesehatan seksual dan reproduksi. Film-film ini disajikan dalam festival film bertajuk Perempuan di Kantor PKBI DIY pada, Minggu (18/12/2022) malam.
Direktur Eksekutif Daerah PKBI DIY Budhi Hermanto menilai media seni seperti film efektif untuk membawa perubahan nilai-nilai social di tengah masyarakat termasuk isu perempuan. Oleh karena itu PKBI menganggap lewat film tersebut dapat memberikan stimulan dan dukungan kultural bagi pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi di masyarakat secara bertanggungjawab dan inklusif. Isu yang selama ini dikesampingkan di tengah masyarakat berusaha diangkat oleh PKBI untuk mendukung pemenuhan hak-hak perempuan.
BACA JUGA : Pengetahuan Kesehatan Seksual dan Reproduksi
“Inisiatif ini juga berangkat dari adanya perkembangan teknologi digital dan penggunaan media sosial oleh siapapun yang memiliki konteks sosial cukup luas. Adanya fenomena tersebut juga telah menjadikan film bergeser menjadi inklusif, baik secara substantif maupun teknis,” katanya, Senin (19/12/2022).
Ia menambahkan inklusivitas dalam film sebagai budaya baru di masyarakat, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendorong terwujudnya kondisi masyarakat yang lebih baik. Gagasan melalui film ini tak lagi diposisikan sebagai sebuah keluaran yang eksklusif dari ranah industri perfilman, melainkan telah menjadi produk budaya yang dihasilkan secara inklusif. Perkembangan inklusivitas di ranah pembuatan film ini dimaknai sebagai sesuatu yang penting untuk menunjang pemenuhan hak seksualitas dan kesehatan reproduksi bagi masyarakat. “Sehingga perlu untuk dirayakan sekaligus sebagai upaya pengarsipan produk pengetahuan yang beredar di masyarakat,” ujarnya.
Penyelenggaran Festival Film Perempuan PKBI DIY Dessy Hosianna menyatakan tema tersebut diangkat karena dilatar belakangi persoalan sosial kerap mengemuka berkaitan dengan perempuan. Menurutnya perempuan merupakan subjek penting dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik, namun selama ini masih didominasi oleh budaya patriarki dan maskulin.
BACA JUGA : Hampir Separuh Wanita Tak Puas dengan Kehidupan
“Kegiatan festival ini dimulai dari open call, kurasi film, aktivasi film, apresiasi film, skrining dan diskusi, hingga workshop kreatif. Tiga film yang telah dipilih oleh kurator secara independen berjudul Sua Tanpa Suara, Jaman Edan dan Sepanjang Masa. Selain itu ada satu film commission work berjudul Ketika Nala Melepas Kopernya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meminta perguruan tinggi mengintegrasikan sains, agama, dan Pancasila untuk mencetak SDM unggul.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.