Berikut 5 Poin Piagam Klaten Hasil ICHC ke-35
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Puncak Dies Natalis ke 67 Universitas Sanata Dharma, di Auditorium Driyakara, Kamis (22/12/2022)/Harian Jogja
SLEMAN—Universitas Sanata Dharma genap berusia 67 tahun. Puncak perayaan dies natalis digelar di Auditorium Driyakara, kamis (22/12/2022) dengan mengangkat tema Pendidikan Indonesia Masa Depan: Tantangan, Strategi dan Peran Universitas Sanata Dharma.
Rektor Universitas Sanata Dharma, Albertus Bagus Laksana, menjelaskan Universitas Sanata Dharma dalam menyongsong pendidikan masa depan menyodorkan pendidikan yang humanis dan menghormati manusia sebagai subjek yang harus hidup penuh makna.
“Jadi membangun generasi muda yang kokoh di zaman sekarang, pasca-pandemi dan distruksi, mereka harus berjuang. Kadang-kadang menghadapi banyak tantangan spiritual dan mental. Universitas Sanata Dharma ingin menyumbangkan pendekatan yang humanistik untuk pembinaan kaum muda,” katanya.
Tidak hanya menuntut generasi muda berprestasi dan cerdas dalam akademik, tapi Universitas Sanata Dharma juga ingin generasi muda utuh sebagai pribadi dan kreatif sebagai insan pembelajar sepanjang hayat. “Kekuatan itu berasal dari interaksi kita yang kaya antara dosen, mahasiswa, lingkungan kampus dan persoalan dunia,” ungkapnya.
Pasca-pandemi menurutnya terjadi banyak perubahan. Kampus pun merespon hal ini dengan terus mencari ramuan yang paling tepat yang dibutuhkan. “Kadang-kadang hybrid, kadang online, kadang kita perlu perjumpaan manusiawi langsung ketemu dan diskusi, ekspresi seni dan olahraga,” katanya.
Dies natalis ini juga menjadi tantangan untuk terus setia pada identitas Universitas Sanata Dharma, disamping memicu untuk terus kreatif dan terbuka. “Juga mau berkontribusi di level yang lebih luas termasuk menjangkau mereka yang belum dijangkau dan wilayah persoalan yang perlu direspons,” ujarnya.
Pemidato Puncak Dies Universitas Sanata Dharma, Consilianus Laos Mbato, mengatakan Universitas Sanata Dharma sebagai bagian dari institusi pendidikan di Indonesia memiliki sejarah panjang sejak tahun 1955. “Kita harus terus berkolaborasi dan berkontribusi dengan semua anak bangsa untuk memajukan pendidikan Indonesia dan menyikapi berbagai tantangan,” katanya.
Universitas Sanata Dharma akan merancang pusat studi Driyakara untuk mendalami falsafah pendidikan Driyakara dan mengaitkannya dengan model pendidikan saat ini. “Kami juga berharap ke depan Sanata Dharma menjadi rumah budaya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.