Kesehatan Mental Siswa Jadi Prioritas Penanganan Lewat Program WiSe
SMPN 4 Pakem menjadi sekolah pertama di Indonesia yang menerapkan program WiSe bersama TMH.id untuk membangun ekosistem kesehatan mental.
Pengerjaan konstruksi jalan tol Jogja-Bawen di wilayah Seyegan dan Tempel, Senin (19/9/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Izin penetapan lokasi (IPL) penambahan lahan Tol Jogja Bawen sudah terbit. Ganti rugi segera cair.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno menyatakan IPL Jogja-Bawen telah ditandatangani Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bernomor 405/KEP/2022. IPL tersebut adalah penggabungan antara perpanjangan IPL awal sekaligus penambahan lahan. IPL Tol Jogja Bawen akan habis masa berlakunya.
Tambahan lahan Tol Jogja Bawen seluas 188.075 meter persegi yang meliputi 399 bidang lahan. Dari angka tersebut, 255 bidang berasal dari pemilik lahan yang sebelumnya telah dibebaskan pada IPL pertama, kemudian 144 bidang merupakan pemilik lahan baru.
BACA JUGA: Resmi, Pemda DIY Tidak Akan Melepas Tanah Desa untuk Pembangunan Tol Jogja
“Waktu itu pengadaan tanah belum selesai dan dibutuhkan perpanjangan IPL sampai 21 Desember 2023. Di IPL yang baru sudah ada penambahan lahan sehingga kami bersama Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan dan Jasa Marga Jogja Bawen bekerja keras untuk menyelesaikan pembebasan lahan Tol Jogja Bawen. Satker segera menyampaikan IPL ini kepada Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional,” ujar Krido, Rabu (4/1/2023).
Direktur PT Jasamarga Jogja Bawen A. J. Dwi Winarsa mengatakan pembebasan lahan Tol Jogja Bawen sesuai dengan IPL awal sebenarnya sudah 95% dan hanya tersisa 5% tanah dengan karakteristik khusus seperti tanah desa, Sultan Grond, tanah wakaf, dan jenis lainnya. Akan tetapi ada perubahan desain konstruksi agar jalan tol tidak menggangu Selokan Mataram sebagai cagar budaya. Perubahan itu memerlukan penambahan lahan sekitar 18,8 hektare sehingga sampai saat ini baru 65% lahan yang sudah dibebaskan.
“Di 65 persen lahan yang sudah dibebaskan, kami sudah melakukan konstruksi, dengan progres 22,2 persen. Pekerjaan material lain seperti membangun perlintasan, terowongan, saluran sudah banyak dilakukan dan ini terus berprogres,” katanya.
Pembangunan Seksi 1 Tol Jogja Bawen dengan panjang 8,8 kilometer ini ditargetkan selesai pada triwulan pertama 2024 kemudian dilakukan uji kelayakan dan pada akhir semester 2024 Tol Jogja Bawen sudah dapat dioperasikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SMPN 4 Pakem menjadi sekolah pertama di Indonesia yang menerapkan program WiSe bersama TMH.id untuk membangun ekosistem kesehatan mental.
Gerindra membantah pernyataan Hotman Paris yang mengaitkan Presiden Prabowo dengan kasus Febrie Adriansyah dan menegaskan tak ada intervensi hukum.
PMI Gunungkidul menargetkan donasi Rp600 juta dalam Bulan Dana PMI 2026 untuk mendukung donor darah, kebencanaan, dan berbagai aksi sosial.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjuarai Japan Open 2026 usai mengalahkan ganda nomor satu dunia Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
FIFA menyebut cooling break tidak memengaruhi hasil pertandingan Piala Dunia 2026, namun aturan tersebut tetap akan dievaluasi usai turnamen.
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.