Sri Sultan dan Menkeu Luncurkan Bekalista untuk Kawasan Malioboro

Sunartono
Sunartono Jum'at, 17 Juli 2026 05:17 WIB
Sri Sultan dan Menkeu Luncurkan Bekalista untuk Kawasan Malioboro

Bekalista resmi diluncurkan di Malioboro. Sebanyak 80 becak kayuh listrik disiapkan dengan skema tukar guling bentor secara bertahap. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah mulai menjalankan transformasi transportasi ramah lingkungan di kawasan Malioboro melalui peluncuran ekosistem Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista). Program ini menjadi bagian dari penguatan kawasan pedestrian dan low emission zone sekaligus membuka jalan bagi penggantian becak motor (bentor) secara bertahap di pusat wisata Kota Jogja.

Peluncuran Bekalista dilakukan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Sasana Hinggil, Alun-Alun Kidul Jogja, Kamis (16/07). Sebelum acara dimulai, keduanya menempuh perjalanan menggunakan Bus Jogja Heritage Track (JHT) dari Kompleks Kepatihan menuju lokasi peluncuran sebagai simbol perpaduan pelestarian budaya dengan inovasi transportasi masa depan.

Bekalista Didorong Menjadi Transportasi Ramah Lingkungan

Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Keuangan di Jogja. Menurutnya, kebijakan fiskal pemerintah pusat kini semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang menjadi bagian penting penggerak ekonomi daerah.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, saya mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri Keuangan beserta seluruh rombongan. Kehadiran Bapak Menteri meneguhkan bahwa kebijakan fiskal negara dapat hadir dekat dengan kehidupan masyarakat, menyentuh pelaku usaha kecil, serta menggerakkan ekonomi rakyat secara nyata,” ujar Sri Sultan.

Sri Sultan menegaskan keberadaan Bekalista bukan sekadar menghadirkan kendaraan listrik baru di kawasan wisata. Program tersebut juga menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan penarik becak tradisional tanpa menghilangkan identitas budaya yang telah lama melekat di Jogja.

“Melestarikan becak tidak berarti melestarikan kelelahan para pengemudinya. Tradisi harus memperoleh dukungan teknologi agar tetap hidup, berdaya guna, dan memberi kehidupan yang lebih layak bagi manusia yang menjaganya,” tegas Sri Sultan.

Ia berharap Bekalista nantinya mampu menghubungkan berbagai destinasi di kawasan Sumbu Filosofi, mulai dari kawasan cagar budaya, pasar tradisional, pusat kuliner, hingga kampung wisata dengan moda transportasi yang lebih bersih dan manusiawi.

Bentor Diganti Melalui Skema Tukar Guling

Pusat Investasi Pemerintah (PIP) di bawah Kementerian Keuangan menyiapkan 80 unit Bekalista sebagai tahap awal implementasi program tersebut. Penyalurannya dilakukan menggunakan mekanisme tukar guling (scrapping) sehingga setiap penerima wajib menyerahkan bentor miliknya.

Pada tahap awal, sebanyak 15 unit Bekalista diberikan kepada pengemudi yang tergabung dalam koperasi dan aktif beroperasi di sepanjang Jalan Malioboro. Seluruh penerima bantuan dipastikan telah melalui proses verifikasi faktual oleh Dinas Perhubungan DIY dan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta agar bantuan tepat sasaran.

Selain itu, seluruh armada Bekalista telah memenuhi standar keselamatan berdasarkan Keputusan Gubernur DIY Nomor 234 Tahun 2026 sehingga dapat digunakan untuk melayani wisatawan maupun masyarakat.

Infrastruktur Pendukung Disiapkan

Program Bekalista tidak hanya menghadirkan kendaraan listrik. Pemerintah juga melengkapi ekosistemnya dengan 12 stasiun pengisian daya, satu armada bengkel keliling, delapan baterai cadangan, serta satu bengkel induk sebagai pusat perawatan armada.

Kelengkapan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung operasional becak listrik sekaligus menjaga keberlanjutan layanan transportasi ramah lingkungan di kawasan wisata Jogja.

Diproduksi di DIY Melibatkan SMK

Bekalista juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi karena seluruh proses pabrikasi, instalasi kelistrikan hingga perakitan akhir dikerjakan di dalam negeri dengan melibatkan guru dan siswa SMK di DIY.

SMK Negeri 3 Yogyakarta ditunjuk sebagai teaching factory yang menjadi pusat produksi armada tersebut sehingga proyek ini turut mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi.

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan inovasi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak harus menghilangkan nilai budaya yang telah diwariskan.

“Tradisi bukan menghalangi kemajuan, tetapi memberi arah agar kemajuan tidak kehilangan jati diri,” ujar Purbaya.

Pasar Rakyat UMi 2026 Ikut Digelar

Selain meresmikan ekosistem Bekalista, Purbaya juga membuka Pasar Rakyat Ultra Mikro (UMi) 2026 yang berlangsung di lokasi yang sama. Kegiatan tersebut melibatkan 200 pelaku UMKM binaan PIP yang menghadirkan produk unggulan daerah, paket sembako murah, serta layanan administrasi publik terpadu.

Menutup rangkaian acara, Purbaya menegaskan pemerintah akan terus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.

"Dari Yogyakarta, mari kita kirimkan pesan kepada Indonesia. Ekonomi yang kuat tumbuh dari rakyat. Hari ini yang kita elektrifikasi bukan sekadar becak, yang kita nyalakan adalah peluang, harapan, dan masa depan keluarga,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online