Herbalife Gandeng Yayasan Cita Sehat Cegah Stunting di Gunungkidul
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X. Ist/pemdadiy
Harianjogja.com, JOGJA—Penunjukan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur DIY menuai perhatian publik. Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti memberikan penjelasan resmi untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang.
Ni Made menegaskan bahwa penunjukan Plh merupakan mekanisme administratif yang lazim dalam sistem pemerintahan. Kebijakan ini diambil ketika kepala daerah berhalangan sementara menjalankan tugas, baik karena agenda dinas, cuti, maupun alasan kesehatan.
“Ini hal yang sangat wajar dan normatif dalam tata kelola pemerintahan. Ketika pimpinan berhalangan, maka tugas harian secara otomatis dijalankan oleh wakilnya. Proses ini sepenuhnya prosedural,” ujar Ni Made melalui keterangan persnya, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, penunjukan Pelaksana Harian bertujuan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan tanpa gangguan. Dengan adanya Plh, pelayanan publik, pengambilan keputusan, serta koordinasi antarinstansi tetap dapat berlangsung optimal.
Ni Made juga meminta masyarakat tidak menafsirkan berlebihan terkait penunjukan tersebut. Ia menekankan bahwa kebijakan ini bukan bagian dari dinamika politik atau tanda adanya persoalan kepemimpinan di DIY.
“Tidak ada hal luar biasa. Ini bukan kebijakan baru atau langkah politik tertentu, melainkan bagian dari aturan yang sudah baku dalam pemerintahan,” tegasnya.
Adapun masa penunjukan Plh Gubernur DIY berlaku mulai 24 Juni hingga 1 Juli 2026. Dalam periode tersebut, KGPAA Paku Alam X menjalankan tugas harian gubernur guna menjaga stabilitas pemerintahan daerah.
Lebih lanjut, Ni Made mengungkapkan bahwa Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat ini tengah menjalani agenda medis. Ia memastikan kondisi tersebut menjadi alasan utama penunjukan Plh.
“Agenda beliau saat ini adalah medical check-up. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan dari masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah Daerah DIY berharap klarifikasi ini mampu meredam spekulasi yang beredar sekaligus menjaga situasi tetap kondusif. Aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik pun dipastikan tetap berjalan normal seperti biasa.
Dengan penjelasan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa penunjukan Pelaksana Harian merupakan bagian dari sistem yang dirancang untuk menjamin kesinambungan pemerintahan tanpa jeda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Trump menyambut langsung Xi Jinping di bandara AS. Kunjungan tiga hari ini diwarnai agenda perdagangan, teknologi, Taiwan hingga Iran.
Menlu Sugiono akan membawa pesan ketahanan global dalam Sidang Umum PBB ke-81, termasuk isu Palestina dan reformasi PBB.
PHRI Sleman mengungkap sejumlah kendala peningkatan wisatawan dan okupansi hotel, mulai efisiensi anggaran hingga investasi dan event besar.
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Korban dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, mencapai 276 orang. Pemkab mengancam menutup SPPG jika terbukti lalai.