Kekeringan Belum Berakhir, Bantuan Air Bersih Gunungkidul Berlanjut
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Monyet Ekor Panjang - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petani di Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, semakin dibuat resah dengan serangan monyet ekor panjang yang kian masif dan merusak lahan pertanian. Mereka berharap ada solusi konkret untuk mengendalikan populasi satwa liar tersebut agar tidak terus mengganggu produktivitas panen.
Ulu-Ulu Kalurahan Purwodadi, Suroyo, mengungkapkan populasi monyet di wilayahnya terus meningkat sehingga memicu intensitas serangan yang semakin sering.
“Populasi monyet makin banyak sehingga keberadaannya meresahkan warga, khususnya para petani,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Menurut dia, serangan terjadi di sejumlah padukuhan, seperti Duwet, Sureng, Gesing, Ngandong hingga Gading. Kondisi ini membuat petani harus ekstra waspada untuk menjaga lahan mereka dari gangguan kawanan monyet.
Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari menunggui lahan hingga mengusir secara langsung. Namun, cara tersebut belum efektif. Bahkan, kawanan monyet kerap merusak fasilitas milik petani sebagai bentuk respons.
“Ada genteng gubuk yang dirusak. Harapan kami populasi bisa dikendalikan,” kata Suroyo.
Ia menambahkan, persoalan ini tidak hanya terjadi di Purwodadi, tetapi juga meluas ke kalurahan lain di wilayah pesisir Kapanewon Tepus.
“Wilayah pesisir memang sangat rawan menjadi sasaran kawanan monyet ekor panjang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, agresivitas monyet meningkat seiring berkurangnya sumber makanan alami akibat musim kemarau.
“Monyet bergerak secara berkelompok dan bisa masuk hingga permukiman. Ini perlu diwaspadai,” ujarnya.
Meski demikian, warga diminta tidak mengusir dengan cara melukai, karena berpotensi memicu perilaku yang lebih agresif dari satwa tersebut.
“Pengusiran bisa memanfaatkan anjing. Suara lolongan anjing cukup efektif untuk menghalau kawanan monyet,” katanya.
Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp160 juta untuk penyediaan pakan bagi monyet di wilayah pesisir. Program ini mulai kembali dijalankan sejak pertengahan Maret 2026.
Kepala Bidang Konservasi dan Kerusakan Lingkungan DLH Gunungkidul, Hana Kadaton Adinoto, menjelaskan pemberian pakan difokuskan di Kapanewon Tepus, meliputi Kalurahan Tepus, Sidoharjo, dan Purwodadi.
Setiap kalurahan memiliki lima titik pemberian pakan, sehingga total terdapat 15 lokasi. Pakan yang diberikan berupa buah pisang, mengingat singkong belum memasuki masa panen.
“Di setiap titik disediakan lima sisir pisang untuk membantu mencukupi kebutuhan pakan monyet,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan dapat menekan pergerakan monyet ke area permukiman dan lahan pertanian, meski petani tetap berharap ada solusi jangka panjang untuk mengatasi konflik antara manusia dan satwa liar tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Badai musim dingin merendam 70.000 tenda pengungsi Palestina di Gaza. Ribuan warga terancam penyakit dan kehilangan tempat berlindung.
Houthi menyebut serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Sanaa menewaskan 27 warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
AS menawarkan hadiah hingga Rp362 miliar untuk informasi fasilitas, peralatan, dan personel terkait program nuklir Iran.
JAFF 2026 mengusung tema Influx dan menghadirkan 254 film dari 34 negara. Festival berlangsung di Jogja pada 28 November–5 Desember 2026.
Houthi mengklaim melancarkan enam operasi militer, termasuk menyasar Bandara Riyadh dan fasilitas Saudi Aramco. Arab Saudi belum mengonfirmasi laporan tersebut.