Sultan Soroti Dugaan Pungli UMKM di Alkid Jogja, Minta Pemkot Menangani
Sultan HB X menyoroti dugaan pungli terhadap UMKM di Alkid Jogja dan meminta persoalan ditangani Pemkot bersama kepolisian.
Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman menyebut jumlah kunjungan wisata pada 2023 tidak naik signifikan dari 2022, meski pemerintah telah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Sepanjang 2022 jumlah kunjungan wisata di Sleman mencapai 7,2 juta. Sementara di 2023 jumlah kunjungan diperkirakan mencapai 7,5 juta atau hanya naik 300.000 pengunjung saja.
"Target kunjungan wisatawan di tahun 2023 adalah 7,5 juta kunjungan," kata Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman Kus Endarto, Sabtu (7/1/2023).
Dia menjelaskan tidak signifikannya peningkatan kunjungan di 2023 karena beberapa ekonom masih meramalkan kondisi resesi. Menyebabkan masyarakat lebih selektif dalam menentukan prioritas kebutuhannya.
Setelah kebutuhan primer terpenuhi, kebanyakan orang akan memilih untuk mengalihkan kebutuhan sekunder dan lainnya dalam bentuk tabungan atau investasi. Sebagai cadangan ketika masa-masa sulit yang dikhawatirkan terjadi.
Baca juga: Tak Tanggung-Tanggung! Penyelewengan BBM Kuras Duit Negara Rp17 Miliar
"Karena ada kekhawatiran resesi membuat banyak orang akan memastikan kebutuhan primer terpenuhi terlebih dahulu. Setelah itu ketika ada sisa memastikan kebutuhan sekunder kesehatan dan pendidikan terpenuhi, selanjutnya adalah memperbanyak tabungan, sebagai antisipasi keadaan di masa mendatang," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, selain resesi, tahun politik yang sudah dimulai pada 2023 juga berdampak. Riak-riak kecil yang mungkin terjadi membuat orang berpikir ulang untuk bepergian.
"Riak-riak kecil pastinya akan terjadi, meskipun upaya mitigasi dan antisipasi telah dibuat. Adanya kekhawatiran riak-riak kecil ini."
Sementara itu, Kepala Dispar Sleman Ishadi Yazid menyampaikan kunjungan wisata selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah cukup maksimal. Dari target sekitar 250.000 sampai 325.000 capaiannya sekitar 368.000-an.
"Jadi kalau misalnya dibilang optimal sudah optimal dari target yang ditetapkan. Itu saja masih ada destinasi wisata yang belum terpantau kunjungannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X menyoroti dugaan pungli terhadap UMKM di Alkid Jogja dan meminta persoalan ditangani Pemkot bersama kepolisian.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.