Data Desil Kemiskinan DIY Bisa Diubah, Ini Penjelasannya
Sekda DIY Ni Made Dwipanti menyebut data desil kemiskinan masih bisa disesuaikan melalui verifikasi dengan kondisi riil masyarakat.
Seorang lansia mendapatkan vaksinasi booster di Kantor Kecamatan Ngemplak, Sleman, Kamis (24/2/2022). /Ist.
Harianjogja.com, SLEMAN— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat per 5 Januari 2023 capaian vaksinasi booster baru 48,79 persen. Sementara untuk vaksinasi lansia baru 11,36 persen.
Vaksinasi booster bahkan belum mencapai target di 2022 sebesar 50 persen. Kini pemerintah mengambil kebijakan mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan Dinkes akan terus mendorong vaksinasi di tengah pencabutan PPKM.
Di antaranya dengan tetap membuka sentra vaksin di mal Sleman City Hall (SCH) setiap akhir pekan. Layanan vaksinasi reguler di puskesmas dan rumah sakit (RS) juga tetap dibuka.
"Meski PPKM dicabut tapi status pandemi belum dicabut oleh World Health Organization (WHO). Status darurat pandemi masih berjalan," ucapnya dihubungi, Jumat (6/1/2023).
Lebih lanjut dia mengatakan tahun ini ditargetkan vaksinasi booster bisa digenjot semaksimal mungkin. "Meningkatkan capaian setinggi-tingginya. Demikian dari arahan dari Dinkes DIY. Tidak ada angka dari institusi di atas Dinkes Kabupaten," jelasnya.
Sebelumnya, Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama mengatakan keputusan ini sudah tepat karena situasi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali. Vaksinasi sudah cukup tinggi meski masih perlu ditingkatkan.
Tingkat kekebalan berdasarkan sero survei Covid-19 terakhir menurutnya juga sudah bagus. Setiap ada kenaikan kasus tidak diikuti kenaikan hospitalisasi dan kematian.
BACA JUGA: Bus Trans Jogja Rute Imogiri Bakal Dibuka
"Iya [tepat keputusan], karena saat ini situasi Indonesia sudah terkendali." Dicabutnya PPKM diperkirakan sedikit akan berdampak pada peningkatan jumlah kasus karena lebih longgar. Tapi yang terpenting, kata Bayu, hospitalisasi bisa ditekan.
"Ini [booster] yang perlu sama-sama diperkuat, baik pemerintah, komunitas, akademisi, influencer, dan lain-lain. Dan tetap mempertahankan syarat wajib perjalanan booster," kata Bayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti menyebut data desil kemiskinan masih bisa disesuaikan melalui verifikasi dengan kondisi riil masyarakat.
Lima wakil Indonesia di perempat final BWF 2026: Fajar/Fikri, Alwi Farhan, dan lainnya, di New Delhi
Tanggal 21 Agustus 2026 diperingati sebagai Hari Juang Polri, Hari Maritim Nasional, dan Hari Peringatan Korban Terorisme. Simak sejarah dan makna di balik hari
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.