Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Tukang Becak berkonvoi bersama di sekitar kampus UGM saat peluncuran becak listrik, Kamis (20/12/2018) di Halaman Kantor Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM./Harian Jogja-Yogi Anugrah
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta berencana memproduksi moda transportasi listrik berupa becak kayuh bertenaga penguat pada tahun 2023 dengan dibiayai dana keistimewaan (danais).
Kepala Dishub DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti saat dihubungi di Jogja, Jumat (13/1/2023), mengatakan proses produksi akan diawali uji coba dan penilaian purwarupa (prototipe) yang sudah ada.
"Semua nanti di-'support' danais mulai pembuatan prototipe, proses (uji coba), sampai produksi," ujar Made.
Kawasan sumbu filosofi Kota Yogyakarta yang meliputi Tugu, Malioboro, hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, disebutkan Made, bakal menjadi proyek percontohan operasional moda transportasi tradisional itu.
"Ada mekanismenya, tidak produksi kemudian semua pengemudi becak kami kasih, enggak," kata dia.
Ia menjelaskan gagasan memproduksi becak kayuh bertenaga penguat merupakan bagian dari implementasi Perda DIY Nomor 5 Tahun 2016 tentang Moda Transportasi Tradisional Becak dan Andong.
Dengan sentuhan teknologi, kata dia, kelestarian becak kayuh sebagai salah satu ikon kendaraan tradisional di DIY diharapkan bisa tetap terjaga.
Becak yang akan diproduksi, menurut Made, mempertahankan ciri khas becak yaitu pedal untuk mengayuh, hanya saja akan didukung dengan sistem penggerak layaknya sepeda listrik dengan dilengkapi baterai.
"Untuk melestarikan becak kayuh kita perkuat dengan teknologi, tanpa meninggalkan sisi tradisionalnya. Jadi tetap dikayuh, tapi nanti lebih ringan, seperti di sepeda-sepeda mahal," kata dia.
Saat ini, kata Made, sudah ada 16 prototipe yang diproduksi Dinas Perhubungan DIY, Dishub Kota Yogyakarta, Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG), dan Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Yogyakarta yang siap diuji coba.
Setelah diuji coba, tim yang melibatkan unsur perguruan tinggi akan melakukan penilaian dari aspek kekuatan hingga biaya sampai ditentukan model yang ideal untuk diproduksi.
"Jadi kami tidak bisa ini langsung produksi karena harus ada jaminan keselamatan juga. Itu kan kendaraan umum ya, walaupun dia kendaraan tradisional tapi dia sebagai kendaraan pengangkut," kata dia.
Selain dari empat instansi tersebut, menurut Made, pihak lain termasuk swasta berpeluang menyodorkan prototipe serupa berteknologi lebih canggih sepanjang spesifikasinya sesuai dengan SE Dirjen Perhubungan Darat. "Harus ada spesifikasi khusus yang sudah kami tentukan," ujar dia.
Produksi becak kayuh bertenaga penguat, kata dia, nantinya didahului dengan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) DIY yang mengatur kelembagaan dan zonasi penggunaannya.
"Pergub sedang dalam proses, akan kami selesaikan 2023 sehingga itu nanti jadi penguatnya," ujar Made.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.