Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman Hampir 90%, Pengaspalan Segera Dimulai
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
Warga melakukan demonstrasi di Kantor PT. PP. Proyek DAS Serang pada Senin (30/1/2023). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, JOGJA—Proyek pemerintah pusat berupa pengendali banjir Kawasan Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo ternyata masih menyisakan sejumlah persoalan. Salah satunya pada proyek di daerah aliran sungai (DAS) Serang yang berada di timur YIA.
Lingkup paket pekerjaan di DAS Serang ini seperti peningkatan kapasitas sungai, long storage, perkuatan tebing/revetment, kolam retensi, dan pompa dengan nilai proyek Rp295 miliar. Persoalan muncul pada pembangunan kolam retensi atau waduk yang berada di Karangwuni, Wates, Kulonprogo. Warga terdampak yang berasa dari Dusun Keboan kembali menggelar aksi demonstrasi di Kantor PT Pembangunan Perumahan selaku pelaksana proyek pada Senin (30/1/2023).
BACA JUGA : Pemda DIY Berharap Pengendali Banjir YIA Dapat Lindungi Permukiman Warga
Aksi yang digelar dengan membakar ban dan membentangkan sejumlah spanduk, warga menuntut adanya ganti rugi atas dampak kerusakan yang diterima warga selama proyek kolam retensi berlangsung.
Salah satu perwakilan warga Keboan, Karangwuni, Samsudin menerangkan aksi yang dilakukan warga untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah terjalin sebelumnya antara warga dengan pihak perusahaan. Kesepakatan ini terkait ganti rugi atas berbagai dampak yang diterima warga selama pembangunan berjalan.
Selama pembangunan, Samsudin mengeluhkan banyaknya kerugian yang ditanggung warga. Proyek waduk tersebut disebutkan Samsudin merusak jalan desa yang merupakan akses mobilitas warga. "Tapi ternyata masyarakat yang dirugikan, untuk akses jalan tidak dibuatkan," katanya pada Senin (30/1/2023).
Ia menambahkan tanggul di sekitar lahan warga yang roboh membuat luapan air masuk ke kebun warga hingga menyebabkan kerusakan tanaman. Menurutnya selama dua tahun ini masyarakat tidak bisa menggarap lahan.
"Namanya pengerjaan proyek kok tanggul dihilangkan semua itu kan fatal sekali. Akhirnya apa, kemarin waktu banjir itu air masuk ke lahan pertanian semua. Mengakibatkan tanaman mati, lumpur masuk ke lahan pertanian. Sampai sekarang enggak bisa digarap dan itu sangat merugikan masyarakat sekali," ucapnya.
BACA JUGA : Fantastis! Nilai Proyek Pengendali Banjir YIA Capai Rp1,4 Triliun
Warga meminta kejelasan atas ganti rugi yang disepakati perusahaan selama proyek berlangsung. "Itu waktu sosialisasi di tempatnya Pak Dukuh itu sudah ada kesepakatan antara PP dan warga yang kaitannya dengan pengerjaan proyek itu bisa berjalan dan berdampingan dengan masyarakat," ujarnya.
"Intinya [kami] menanyakan kejelasan dan kerugian masyarakat selama ini yang dijanjikan sama PP. ternyata kita cuma dibohongi terus dan realisasinya di lapangan tidak ada," tegasnya.
Perwakilan PT Pembangunan Perumahan selaku pelaksana Proyek DAS Serang, Yiyin Adi Listyono menerangkan dalam berita acara kesepakatan antara kontraktor PT PP dengan warga Karangwuni, di antaranya PT PP Proyek Das Serang telah sepakat memberikan kompensasi terkait dampak yang selama hampir dua tahun ini tidak bisa menanam di lahan pertanian.
Warga tidak bisa melakukan aktivitas pertanian dikarenakan akses jalan yang sulit dilalui, tanah tanggul yang dibuang ke tengah sungai yang menghambat aliran dan mengakibatkan meluap ke lahan para petani serta rusaknya drainase selokan.
Hasil pertemuan warga dengan PP juga sempat menyinggung nilai kompensasi atas kerusakan selama proyek. Yiyin menuturkan bila dalam rentang waktu antara dua hari ini, pertemuan antara warga dengan PP akan dilakukan di balai desa untuk pembahasan lebih lanjut.
"Perjanjian antara kedua belah pihak dibuat tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Jadinya ini nanti kemungkinan sehari dua hari ini langsung diadakan pertemuan di Balai Desa antara warga dengan PP," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.