Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Gambar maket Jembatan Kretek 2./Twitter Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL– Uji coba fungsional Jembatan Kretek II di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama pemerintah setempat diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah ini.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih seusai membuka Jembatan Kretek II di Bantul, Selasa (31/1/2023), mengatakan, dengan dibukanya jembatan yang membentang di atas Sungai Opak tersebut, maka volume kendaraan akan semakin padat, karena informasi tentang pembukaan jembatan ini ditunggu-tunggu oleh publik.
"Sehingga nanti arus wisatawan di pantai selatan itu hampir pasti melalui Jembatan Kretek II ini, tentu ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi karena ada peluang terbuka, peluangnya apa? Objek wisata, taman taman kuliner, permainan itu akan tumbuh di sekitar jembatan ini," katanya.
Dengan demikian, kata bupati, kondisi tersebut pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Bantul, dan pertumbuhan ekonomi itu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Jadi Jembatan Kretek II ini bisa dikatakan sebagai pengungkit pertumbuhan dan kesejahteraan, belum nanti kalau kelok 18 (Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) penghubung Kabupaten Bantul dengan Gunung Kidul) itu jadi, luar biasa lagi pertumbuhannya," katanya.
Dengan dibukanya Jembatan Kretek II tersebut, Pemkab Bantul juga meyakini sektor produk domestik regional bruto (PDRB) Bantul akan semakin meningkat, dan harapannya tingkat pengangguran, kemiskinan akan terus menurun.
"Jadi infrastruktur itu bisa menjadi pengungkit kesejahteraan. Dan coba fungsional Jembatan Kretek II ini sampai menunggu peresmian yang rencananya akan diresmikan oleh Pak Presiden," katanya.
BACA JUGA: Lowongan Kerja Nih Lurs...DIY Butuh Ribuan Satpam
Kepala Dinas Perhubungan Bantul Singgih Riyadi mengatakan, dengan dibukanya jembatan Kretek II ini harapannya bisa menjadi sarana kelancaran lalu lintas, menimbulkan bangkitan ekonomi baru di Kabupaten Bantul.
Dia mengatakan, dari aspek keselamatan lalu lintas di ruas jembatan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional DIY untuk melengkapi sarana dan prasarana yang sekiranya belum lengkap.
"Termasuk rambu rambu, mungkin penerangan jalan akan kita koordinasikan bersama, sehingga keselamatan dan kelancaran lalu lintas jalan, pertumbuhan ekonomi juga akan tampak khususnya di sekitar jembatan Kretek II ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.