Penumpang WNA Naik 7,8 Persen, KAI Daop 6 Perkuat Konektivitas Wisata
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 264.335 penumpang WNA hingga September 2026, tumbuh 7,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Pj Bupati Kulonprogo membawa durian varietas baru bernama Kepranan dalam acara Heboh Buah di Embung Potorono pada Minggu (5/2/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dua varietas baru durian diperkenalkan dalam acara Heboh Buah di Embung Tonogoro, Kalurahan Banjaroyo, Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo pada Minggu (5/2/2023).
Pj Bupati Kulonprogo, Tri Saktiyana mengatakan dua durian tersebut berasal dari kalurahan yang sama yaitu Banjaroyo.
“Saya beri nama durian yang berasal dari Pranan, Banjaroyo itu dengan nama Kepranan. Pemilik pohon durian itu namanya Pak Waliadin dengan umur pohon 101 tahun,” kata Tri ditemui di Embung Tonogoro pada Minggu (5/2/2023).
Sementara durian varietas baru lain diberi nama Kantik. Pohon durian kantik dimiliki oleh Kobar warga Potronalan, Banjaroyo dengan umur pohon 30 tahun.
Tri menjelaskan bahwa pengembangan hasil pertanian seperti buah durian tidak dapat dipandang sebatas komoditas, namun juga produk gaya hidup. Terangnya, pengalaman makan durian dengan menikmati pemandangan di Embung Tonogoro akan membawa kesan tersendiri jika dibandingkan sekadar makan durian.
Baca juga: Ini Jalan Provinsi DIY yang Rusak dan Akan Diperbaiki Tahun 2023
Paniradya Pati Kaistimewa DIY, Aris Eko Nugroho mengatakan bahwa apabila Kalurahan Banjaroyo telah menjadi sentra durian dengan varietasnya yang dikenal di banyak tempat, hal tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemiskinan.
“Harapan kami adalah ketika buah durian di sini [Banjaroyo] dikenal masyarakat lebih luas dan di sini menjadi sentra durian, maka pada akhirnya permasalahan di Yogyakarta yaitu khususnya pengentasan kemiskinan dapat dilakukan,” kata Aris ditemui di Embung Tonogoro pada Minggu (5/2/2023).
Acara Tingkat Nasional
Aris juga mengatakan bahwa hasil pertanian berupa durian di Kulonprogo secara berkala akan dipamerkan dalam acara Heboh Buah. Dia berharap acara Heboh Buah dapat menjadi acara tingkat nasional.
“Kami sedang mempersiapkan beberapa tempat untuk produksi buah durian. Di Tonogoro sendiri, oleh Gubernur, mulai dibangun embung pada 2013. Lalu, juga sudah dibangun untuk aktivitas lain sebagai pendukung tanaman [durian],” katanya.
Sebagai contoh ada peternakan di sekitar Embung Tonogoro yang menjadi sektor pendukung tanaman durian selain itu wujud diversifikasi kawasan wisata. Aris mengatakan provinsi berkomitmen untuk memberikan fasilitas pengembangan tanaman dan wisata durian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 264.335 penumpang WNA hingga September 2026, tumbuh 7,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi klaim fiktif JKK BPJS Ketenagakerjaan menjalani sidang tuntutan terkait dugaan kerugian negara Rp24,55 miliar.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian naik pada Kamis 8 Oktober 2026. Simak harga jual dan buyback lengkapnya.
Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran SureColor V-Series.
Presiden Prabowo bertolak ke Halmahera Tengah untuk meluncurkan 11 proyek hilirisasi senilai US$10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.
Harga BBM Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell pada 8 Oktober 2026 masih sama seperti September. Simak daftar harga lengkapnya.