Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Tangkapan layar aksi klitih di Titik Nol Jogja/IG
Harianjogja.com, JOGJA— Jagad media sosial diramaikan dengan video diduga aksi klitih di kawasan Titik Nol Jogja. Netizen memberi beragam respons atas kejadian itu.
Aksi klitih berupa pembacokan terjadi di Titik Nol Kilometer Kota Jogja. Video peristiwa itu pun viral di media sosial. Polisi pun berupaya menindaklanjuti dengan mencari pelaku yang ada di video tersebut.
Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana menyatakan polisi gerak cepat menyelidiki viralnya video diduga kejahatan jalanan di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Jogja, tersebut.
"Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan, mohon doa dukungannya segera diungkap secepatnya,” katanya Rabu pagi.
BACA JUGA : Jogja Trending, Warganet Rame-rame Bagikan Video Klitih
Jogja kembali menduduki urutan teratas trending topic di Twitter Rabu (8/2/2023) pagi. Warganet rame-rame membagikan sebuah video aksi klitih dengan latar belakang Gedung Kantor Pos Besar atau Titik Nol Kilometer.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, hingga pukul 10.00 WIB, nama Jogja berada di urutan teratas di Twitter dengan jumlah sebanyak 17.400 kali disebut oleh warganet. Kata “Jogja” berada di atas Wulan Guritno, AHY Bersama NU, Turki, Densus 88 dan Banser.
Setelah ditelusuri, ternyata nyaris sebagian besar mengunggah sebuah video aksi klitih di Kawasan Titik Nol Kilometer.
“Iki Jogja, Kolombia po Guatemala??,” tulis salah satu akun Twitter dengan membagikan video tersebut.
Video dengan durasi 26 detik itu terlihat ada seorang pemuda mengenakan jaket hitam berlari ke arah pengendara motor berbocengan yang berhenti di titik nol kilometer tepatnya di depan Kantor Pos Besar.
BACA JUGA : Terdakwa Klitih Gedongkuning Divonis 10 dan 6 Tahun
Namun pemuda berjaket hitam itu justru dibacok berkali-kali menggunakan celurit. Kemudian ada salah satu rekannya menarik dan pemuda tersebut berlari ke arah utara di Kawasan Malioboro. Tampak pelaku yang membawa celurit itu membonceng temannya yang menggunakan motor Scoopy merah. Pelaku kemudian lari ke arah timur menuju Jalan Sultan Agung.
Lokasi aksi klitih itu hanya berjarak sekitar 15 meter dari Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta dan tak lebih 100 meter dari Markas Polresta Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
SPLP Komdigi telah memproses 19,8 juta transaksi Perlinsos Digital yang mencakup 5,4 juta KK hingga 28 September 2026.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.