PT Importa Jaya Abadi Raih Top Brand Award Kategori Furniture Besi
PT Importa Jaya Abadi (Importa Furniture) kembali menegaskan kepemimpinannya di industri furnitur nasional dengan meraih Top Brand Award 2026
Tari parade nusantara yang ditampilkan siswa SMP Joannes Bosco Jogja saat perayaan Lustrum XII di Taman Budaya Nusantara, Kamis (16/2/2023)
JOGJA—SMP Joannes Bosco menggelar pentas budaya dalam perayaan Lustrum XII pada Kamis (16/2/2023) di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Gelar budaya tersebut menampilkan ketoprak bertema Hamukti Palapa yang menceritakan tentang perjuangan Patih Gajah Mada mempersatukan Nusantara.
Selain pentas kethoprak, gelar budaya SMP Joannes Bosco juga menampilkan parade tari Nusantara dan pameran karya lukis para siswanya. Beberapa siswa berprestasi juga diberikan penghargaan di pentas budaya tersebut.
SMP Joannes Bosco, Agnes Indiah Ekowati, menjelaskan gelar budaya tersebut mengusung semangat dominican. “Nilai-nilai dominican tersebut adalah memulai dari yang ada, belajar, demokrasi, bela rasa, persaudaraan, dan kegembiraan,” katanya saat sambutan, Kamis sore.
Indiah menyebut gelar budaya tersebut juga bagian dari kurikulum Merdeka Belajar. “Diamna karakter siswa kami dibentuk selama proses persiapan gelar budaya ini, mereka ditempa selama berproses dalam gelar budaya ini” jelasnya.
Pemajuan kebudayaan, jelas Indiah, bagian dari visi SMP Joannes Bosco Jogja. “Dengan kebudayan semangat pembangunan karakter bangsa dapat terwujud. Dalam pentas kethoprak ini menampilkan usaha Gajah Mada yang melewati beragam tantangan dan rintangan. Tapi dengan rintangan tersebut tetap dilalui untuk kejayaan nusantara,” ujarnya.
Pentas gelar budaya tersebut dihadiri oleh banyak tokoh. “Perjuangan Gajah Mada tersebut jadi semangat kami juga untuk terus memajukan dunia pendidikan, sehingga bagi para orang tua yang memiliki anak usia SD bisa mendaftarkannya ke sekolah kami,” katanya.
Ketua Badan Pengurus Yayasan Santo Dominikus, Sr. M Albertine mengapresiasi gelar budaya SMP Joannes Bosco Jogja. “Siswa SMP Joannes Bosco Jogja berani mengambil sikap untuk terus menjaga kebudayaan lewat seni, di tengah gempuran teknologi yang mengaburkan budaya nusantara usaha dan sikap ini patut diapresiasi,” jelasnya saat sambutan.
Albertine mendorong SMP Joannes Bosco Jogja untuk terus menguatkan nilai karakter siswanya lewat kebudayaan. “Usaha ini harus terus dilakukan secara menerus, lebih baik lagi usaha ini menyebar ke pihak-pihak lain agar nilai baik ini tersebar luas,” katanya.
Sikap akomodatifnya SMP Joannes Bosco Jogja, jelas Albertine, terhadap minat dan bakat siswanya juga penting untuk terus dilanjutkan. “Tentu tidak hanya bidang seni dan budaya, bidang lain juga diakomodasi dan ini penting untuk didukung bersama,” ujarnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Importa Jaya Abadi (Importa Furniture) kembali menegaskan kepemimpinannya di industri furnitur nasional dengan meraih Top Brand Award 2026
Komisi D DPRD DIY mendorong dukungan anggaran dan kemitraan untuk membantu sekolah swasta yang kekurangan murid di DIY.
El Nino diperkirakan menguat hingga 12 bulan. CERAH mendesak evaluasi kebijakan energi nasional yang masih bergantung pada energi fosil.
Perbaikan 256 RTLH di Gunungkidul ditargetkan selesai akhir Agustus 2026. Hingga akhir Juli, 101 rumah telah rampung dibangun.
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri nonblok di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
BI menyiapkan GPIPS untuk memperkuat pengendalian inflasi pangan dan menjaga stabilitas harga melalui penguatan produksi serta distribusi.