Libur Sekolah, PHRI Bantul Targetkan Okupansi Hotel Capai 60 Persen
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul memprediksi tingkat hunian kamar hotel atau okupansi selama musim libur sekolah 2026 hanya menc
Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 12 kalurahan di Kabupaten Bantul mengajukan diri sebagai desa rintisan budaya pada 2026, menambah deretan wilayah yang berkomitmen melestarikan kearifan lokal. Dengan tambahan ini, jumlah desa rintisan budaya di Bantul kini mencapai 51 kalurahan dari total 75 yang ada.
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Yanuatun Yunadiana, menjelaskan bahwa penetapan desa rintisan budaya tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan dan proses verifikasi ketat.
“Dalam penetapan desa rintisan budaya ada sejumlah tahapan yang dilakukan dan juga verifikasi,” ujarnya, Senin (30/3).
Adapun 12 kalurahan pengusul tersebar di sejumlah kapanewon, yakni Kebonagung, Jambidan, Tirtomulyo, Sidomulyo, Canden, Ngestiharjo, Pendowoharjo, Palbapang, Wonolelo, Segoroyoso, Jagalan, dan Panjangrejo.
Proses verifikasi mencakup beragam aspek budaya yang hidup di masyarakat, mulai dari adat istiadat, tradisi, kesenian, hingga permainan tradisional. Selain itu, penilaian juga meliputi bahasa, sastra, aksara, kerajinan, kuliner khas, hingga praktik pengobatan tradisional.
“Penilaian juga mencakup kerajinan, kuliner khas, pengobatan tradisional, serta keberadaan bangunan dan warisan budaya,” katanya.
Tak hanya melibatkan pemerintah daerah, proses verifikasi juga menggandeng tim independen yang terdiri dari akademisi, praktisi, budayawan, hingga seniman. Keterlibatan berbagai unsur ini bertujuan memastikan penilaian berlangsung objektif sekaligus merepresentasikan kondisi riil potensi budaya di setiap kalurahan.
Dengan terus bertambahnya desa rintisan budaya, Pemkab Bantul berharap pelestarian dan pengembangan budaya lokal dapat semakin mengakar di tengah masyarakat. Upaya ini juga diharapkan memperkuat identitas daerah di tengah derasnya arus modernisasi.
Seusai proses verifikasi rampung, kalurahan yang lolos diharapkan mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya sekaligus daya tarik baru bagi pengembangan potensi lokal di Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bantul memprediksi tingkat hunian kamar hotel atau okupansi selama musim libur sekolah 2026 hanya menc
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.