Kafe di Kota Jogja Tembus 112 Unit pada 2025, Gondokusuman Terbanyak
Data DPMPTSP Kota Jogja mencatat 431 usaha kafe ber-NIB pada 2022–2026. Gondokusuman menjadi kemantren dengan jumlah terbanyak.
Ilustrasi./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, BANTUL — Detail Engineering Design (DED) Intermediete Transfer Facility (ITF) Pasar Niten sedang ditinjau ulang sebelum pembangunannya pada tahun 2023. Peninjauan ulang tersebut dilakukan karena adanya penyesuaian terhadap Standar Harga Barang Jasa (SHBJ).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho mengatakan bahwa selain penyesuaian terhadap SHBJ, teknis pembangunan juga harus ditinjau lagi.
“Mungkin ada perubahan-perubahan secara teknis dan SHBJ yang digunakan untuk menyusun DED kan SHBJ tahun lalu. Sementara kalau mau lanjut ke pembangunan oleh tender kan harus pakai SHBJ tahun berjalan. Jadi ya perlu disesuaikan. Padahal komponen SHBJ berpengaruh pada total anggaran,” kata Ari dihubungi pada Senin (6/3/2023).
BACA JUGA: Masalah Sampah Tak Kunjung Usai, Masyarakat Perlu Memilah Sampah di Rumah
Ari menjelaskan bahwa jawatannya sedang memproses perizinan yang harus dipenuhi terkait tanah dan aspek lingkungan. Proses pembangunan tersebut akan menggunakan anggaran APBD 2023 yang mencapai Rp2,5 miliar.
“Anggaran untuk pembangunan itu oleh DLH dari APBD tahun 2023 yang mencapai Rp2,5 miliar. Proses tender paling tidak selesai triwulan ke 2,” katanya.
Lebih jauh, Ari menegaskan bahwa terkait tanah sebagai lokasi pembanguan tidak ada kendala, karena ITF yang akan dibangun di atas tanah kas desa berukuran 1.000 meter persegi tersebut telah disewa pemerintah. Hanya terdapat penambahan peruntukan di Pasar Niten sebagai tempat pemilahan sampah sebelum dibuang ke TPST Piyungan.
Tonase maksimal ITF tersebut, kata dia, hanya sekitar 10 ton per hari. Itulah sebabnya, tidak semua sampah pasar di seluruh Bantul dapat dikelola di ITF Pasar Niten. Ari menegaskan bahwa pasar besar di Bantul menjadi prioritas sasaran pengelolaan sampah. “Pembagian pasar mana saja yang sampahnya akan dikelola itu belum. Paling tidak pasar-pasar yang besar itu jadi prioritas kami,” ucapnya.
Sebelumnya Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Bantul, Rudy Suharta mengatakan bahwa estimasi selesai pembangunan tersebut pada Agustus-September.
Rudy menjelaskan ITF tersebut dapat digunakan pada triwulan ke 4 tahun 2023. Terangnya, permasalahan sampah pasar dapat diselesaikan sebanyak 7,5 ton. “Sampah-sampah dari seluruh pasar di Bantul itu mencapai 15 ton per hari. Berarti [ITF tersebut] baru bisa menyelesaikan separuhnya,” kata Rudy.
Nantinya, sampah di ITF akan dipilah antara sampah organik, anorganik, dan residu. Sampah organik akan dijadikan kompos, lalu residu dari hasil pengolahan akan dibuang ke TPST Piyungan. Sementara untuk sampah anorganik, Rudy mengatakan pihaknya masih belum menetapkan akan diolah dengan proses dan alat yang seperti apa.
"Apabila ITF tersebut dinilai efektif dalam menyelesaikan urusan sampah, maka ke depan DLH Bantul akan membangun lagi guna menyelesaikan sampah sisa seberat 7,5 ton dari pasar-pasar di Bantul."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Data DPMPTSP Kota Jogja mencatat 431 usaha kafe ber-NIB pada 2022–2026. Gondokusuman menjadi kemantren dengan jumlah terbanyak.
Apple memasukkan MacBook 12 inci 2017, iPad generasi keenam, dan BeatsX ke daftar obsolete. Simak dampaknya bagi pengguna dan layanan servis.
Java United unggul 1-0 atas Bali United pada babak pertama pekan kelima Super League 2026/2027. Gol Riyan Ardiansyah tercipta menit ke-14.
Persijap Jepara tertinggal 0-1 dari Isenmulang Kalteng FC pada babak pertama. Gol Modou Manneh tercipta pada menit ke-21.
PSS Sleman menyiapkan diri menghadapi Persebaya di GBT setelah menang 3-0 atas PSM. Kondisi cedera Moussa Bagayoko masih dipantau.
KPK menduga dana pengadaan BNPB yang bersumber dari DSP mengalir ke perusahaan terafiliasi Bima Setiawan dan digunakan membeli saham senilai Rp30,98 miliar.