Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Tangkapan layar Talkshow Ngopi Bareng Wakil Rakyat bertema “Mencari Solusi Terbaik Persoalan Sampah di DIY” yang diselenggarakan Harian Jogja Selasa (31/1/2023)./Youtube Star FM
Harianjogja.com, JOGJA—Persoalan sampah di DIY menjadi masalah klasik yang terus muncul. Sekalipun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan diperluas, jika perilaku masyarakat dalam mengelola sampah masih rendah, masalah ini dinilai tidak akan pernah selesai.
Dalam Talkshow Ngopi Bareng Wakil Rakyat bertema “Mencari Solusi Terbaik Persoalan Sampah di DIY” yang diselenggarakan Harian Jogja Selasa (31/1/2023), Ketua DPRD DIY Nuryadi mengatakan sampah bukan semata menjadi persoalan pemerintah provinsi tetapi juga pemerintah kabupaten/kota. Pemkab bertanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada masyarakatnya agar mau mengelola sampah secara mandiri.
“Ke depan, lahan [sampah] itu menjadi hal yang rumit. Kalau sampah dimanfaatkan dengan baik, tidak hanya menjadi sampah tetapi juga PAD [Pendapatan Asli Daerah],” katanya.
Di satu sisi, DPRD DIY mendukung penganggaran untuk mengelola sampah, tetapi hal ini perlu diimbangi dengan pembentukan perilaku masyarakat. Menurutnya, masyarakat harus bisa memilih dan memilah sampah karena mereka juga yang sudah memproduksi sampah.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) DIY Kuncoro Cahyo Aji mengatakan setiap rumah tangga memang perlu membiasakan memilah sampah. Sampah perlu dikelola oleh pihak-pihak terdekat dengan sumber sampah, yakni keluarga.
Ia menyoroti selama ini sampah hanya berpindah dari dapur sampai ke TPST tanpa upaya pemilahan terlebih dulu. Padahal, kata Kuncoro, dengan memilah sendiri antara sampah organik dan anorganik, masyarakat bisa membantu menekan jumlah sampah yang tertumpuk di pembuangan akhir.
Kuncoro mencontohkan, dengan gerakan memilah sampah organik dan anorganik yang pernah dilakukan, mampu menurunkan jumlah sampah. Di depo turun 18 ton per hari dan di TPST Piyungan, dari yang sebelumnya 309 ton per hari, sebulan menjadi 267 ton per hari. “Jadi kalau bisa memilah dan bisa menyelesaikan di dekat sumbernya maka separuh lebih masalah sampah di DIY sudah selesai,” katanya.
Jumlah sampah dari hari ke hari juga terus mengalami kenaikan sehingga dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sendiri di rumah. Berdasarkan catatan DLHK DIY, jumlah sampah sebelum Covid-19 sebanyak 500,36 ton per hari. Sementara saat Covid-19 naik menjadi 730 ton per hari. Kemudian pada Desember 2022 kemarin naik lagi menjadi 820 ton per hari. Bahkan saat Hari Raya Idulfitri bisa mencapai 900 ton per hari.
“Artinya produk sampah menjadi sangat tinggi. Dengan kecenderungan [jumlah sampah] tinggi dan TPST Piyungan [kapasitasnya] sama maka perlu diperhatikan,” tegas Kuncoro.
Edukasi
Edukasi harus selesai di tingkat terdekat dengan sumber sampah, seperti kelurahan, pasar, sekolah dan secara umum adalah Pemkab. Ia mengatakan, DLHK sudah menggerakkan pemkab untuk mengelola sampah dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Seperti di Sleman, sudah memiliki 22 Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R), 15 depo, 303 bank sampah, dan 17 armada jasa swasta. Bantul 19 TPS3R, 3 depo, dan 92 bank sampah, serta di Kota Jogja dengan 1 TPSRRR, 13 depo, dan 447 penggrobak. Fasilitas itu perlu dimanfaatkan untuk menekan sampah.
Ia mengimbau setiap orang mempunyai kesadaran untuk menekan produksi sampah. “Contoh ibu-ibu kalau belanja banyak ya langsung di masak siangnya, jadi tidak ditumpuk di kulkas dan akhirnya membuat sampah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Sedikitnya tiga posko anti kejahatan jalanan di Kapanewon Bambanglipuro dibentuk sebagai upaya menekan aksi kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan atau kliti
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.749 per dolar AS. Simak penyebab, sentimen global, dan proyeksi pergerakan kurs terbaru.
Harga emas 26 Mei 2026: UBS dan Galeri24 naik, Antam turun ke Rp2,798 juta per gram. Simak daftar lengkapnya di sini.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.