JBBA 2026 Digelar Hari Ini, Apresiasi Bisnis Berkelanjutan di Jogja
JBBA 2026 hadir sebagai ajang penghargaan bisnis di Jogja dengan fokus keberlanjutan, budaya, dan dampak sosial. Penilaian berbasis riset independen.
Suasana pengolahan sampah mandiri di RT 37 RW 10 Kampung Suryoputran, Panembahan, Kraton, Jogja. /Ist-Dok. Kampung Suryoputran.
Harianjogja.com, JOGJA—Warga RT 37 RW 10 Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Jogja berhasil mengelola persoalan sampah secara mandiri setelah sempat menghadapi kondisi darurat sampah pada 2023.
Sekretaris Kampung Suryoputran, Amtono Prasutanto, menjelaskan saat ini warga mampu mengolah sampah campuran sekitar 700 hingga 900 kilogram per bulan melalui sistem pengelolaan berbasis iuran swadaya.
Amtono menuturkan, inisiatif pengelolaan sampah muncul dari keresahan warga yang kala itu dihadapkan masalah penumpukan sampah. Situasi memuncak hingga akhirnya memicu rembuk warga pada awal 2024.
“Berawal dari tahun 2023 waktu resah-resahnya sampah memuncak. Dari beberapa warga berinisiatif melakukan kegiatan mandiri tentang pengelolaan sampah,” ujarnya, Rabu (2/7/2025).
Usulan pengelolaan mandiri resmi disepakati dalam pertemuan warga pada Februari 2024. Sejak 2 April 2024, program ini dijalankan secara kolektif dengan pendanaan operasional dari iuran bulanan sekitar 70 kepala keluarga di RT 37 dan sekitarnya.
Model pengelolaan sampah dibagi menjadi tiga kategori. Pertama, sampah anorganik seperti kardus dan plastik dikumpulkan untuk dijual ke bank sampah setempat. Kedua, sampah organik sisa dapur diolah menjadi kompos padat dan kompos cair yang dimanfaatkan warga sebagai pupuk dan media tanam.
Kemudian, sampah residu yang tidak bisa dimusnahkan, seperti pembalut dan popok sekali pakai, tetap dibuang ke depo pembuangan. “Jadi warga RT 37 sudah tidak bergantung dengan depo pembuangan sampah, walaupun bergantung itu jumlahnya cukup kecil,” katanya.
Hasil pengolahan sampah organik sejauh ini telah digunakan warga untuk penghijauan di lingkungan kampung. Kompos padat dimanfaatkan untuk menanam pohon hias dan tanaman bunga, sedangkan pupuk cair dipakai sebagai nutrisi tambahan tanaman.
Program pengelolaan sampah mandiri di Kampung Suryoputran menjadi salah satu contoh keberhasilan upaya berbasis partisipasi masyarakat dalam mengurangi beban sampah perkotaan. Warga berharap inisiatif ini bisa menjadi inspirasi kampung lain di Jogja untuk lebih mandiri dalam mengatasi persoalan sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JBBA 2026 hadir sebagai ajang penghargaan bisnis di Jogja dengan fokus keberlanjutan, budaya, dan dampak sosial. Penilaian berbasis riset independen.
Dua pabrik garmen di Jawa Tengah berpotensi melakukan PHK terhadap 1.470 pekerja. Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi.
Bareskrim Polri menetapkan dua bos produsen gas tawa Whip-Pink sebagai tersangka pelanggaran UU Kesehatan terkait produksi gas N2O.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Jaksa Agung memutasi Dirdik Jampidsus dan delapan kajati. Rotasi jabatan dilakukan untuk promosi dan penyegaran organisasi.
Menjaga integritas bukan hanya soal menjalankan aturan, tetapi juga tentang bagaimana setiap insan imigrasi mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab