Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi Buku/Reuters
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sejumlah aspek dinilai jadi poin penting dalam pencegahan ekstremisme dan terorisme di tengah masyarakat. Para tokoh agama, tokoh masyarakat yang ada di Kulonprogo diharapkan dapat menjadi penyebar upaya pencegahan ekstremisme dan terorisme di wilayah Kulonprogo.
Anggota Komisi A DPRD DIY, Hifni Muhammad Nasikh menyebut ada sejumlah faktor yang menyebabkan paham ekstremisme merebak di masyarakat. Pada faktor sosial - ekonomi, kondisi sosial - ekonomi yang buruk seperti kemiskinan, pengangguran dan ketidakadilan sosial dapat memicu rasa tidak puas di kalangan masyarakat. Kondisi ini kadang dimanfaatkan kelompok ini untuk memperkuat paham radikal mereka dan menyebarkan sentimen anti pemerintah.
Namun selain faktor sosial-ekonomi, faktor pendidikan disebutkan Hifni juga pengaruh pada tindakan ekstremsme dan terorisme. Kurangnya akses pendidikan atau kurangnya pendidikan yang berkualitas dapat mempengaruhi pemahaman masyarakat terhadap isu sosial dan poltik.
"Hal ini dapat memperkuat kepercayaan pada informasi palsu dan teori konspirasi yang didistribusikan oleh kelompok ekstremis," terang Hifni pada Sosialisasi Pencegahan Ekstremisme dan Terorisme di Tengah Masyarakat yang digelar Selasa (14/3/2023) di Teraskota, Wates.
Olah karena itu pendidikan dan peningkatan kesadaran dapat dilakukan melalui sekolah media maupun kelompok masyarakat lainnya dianggap penting untuk mencegah paham ini. "Hal ini dapat membantu orang untuk memahami pentingnya informasi yang dapat dipercaya," ujarnya.
Di sisi lain, keluarga dinilai menjadi menjadi pilar utama dalam mencegah kejahatan jalanan, ekstremisme dan terorisme. "Upaya pencegahan harus diawali dari keluarga. Kasih sayang orang tua kepada anak harus ditingkatkan" ujarnya.
Agar tidak renggang, masing-masing anggota keluarga hari meluangkan waktu untuk keluarga. Waktu itu dimanfaatkan seoptimal mungkin sehingga berkualitas. Kualitas waktu yang ada harus mampu mendekatkan antar anggota keluarga. Lebih-lebih para orang tua harus memberikan perhatian lebih kepada anak-anak agar mereka tidak merasa terasing dalam keluarga.
Satgas BAIS TNT Jateng-DIY, Wahyu menjelaskan salah satu indikator terorisme ialah menghalalkan segala cara untik mengubah tatanan politik. Termasuk dengan cara ekstrem bahkan kekerasan.
"Penguatan budaya bangsa serta menjaga kearifan lokal menjadi harapan besar yang dapat mengembalikan sikap masyarakat madani," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.