RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
IGD RSUD Panembahan Senopati Bantul/Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul membuka enam jenis pelayanan baru untuk masyarakat.
Pembukaan layanan baru ini diresmikan oleh Bupati Bantul dalam apel akbar Hari Ulang Tahun (HUT) RSUD Panembahan Senopati Bantul ke-20 di rumah sakit setempat, Selasa (21/3/2023).
Keenam layanan baru tersebut termasuk pelayanan home care. Layanan tersebut merupakan layanan kunjungan rumah yang sebenarnya sudah ada namun dikembangkan menjadi lebih lengkap lagi. Kemudian pelayanan sport injury center untuk menfasilitasi masyarakat yang membutuhkan pelayanan cidera olahraga. Lalu pelayanan Intensive Coronary Care Unit (ICCU) atau pelayanan intensif khusus penyakit jantung.
Selain itu juga pembukaan klinik medikolegal yang dapat menfasilitasi kebutuhan pelayanan dalam bidang hukum seperti outopsi dan visum dengan melibatkan dokter spesialis. Lalu pembukaan Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT) untuk pelayanan non invasif berupa terapi otot dan pengobatan disfungsi ereksi. Terakhir pengembangan pelayanan medical check up agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatannya.
Direktur Utama RSUD Panembahan Senopati Bantul Atthobari menyatakan komitmennya meningkatkan pelayanan dalam hal jumlah, fasilitas maupun kuantitas, serta menjalin kerja sama baik eksternal maupun internal.
Hal itu disesuaikan dengan tema HUT RSUD Panembahan Senopati Bantul ke-20, yakni terus bersinergi, berkembang, dan berprestasi.
“Di HUT ke-20 itu RSUD Panembahan Senopati Bantul juga akan terus menjalankan visi misi rumah sakit. Yakni menjadi penyedia pelayanan kesehatan yang betul-betul unggul dan menjadi pilihan utama masyarakat kabupaten Bantul dalam bidang kesehatan. Selain itu, kami juga akan terus melakukan peningkatan pelayanan baik jumlah maupun kualitas, agar menuju kesuksesan pelayanan,” katanya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, berharap RSUD Panembahan Senopati bisa terus meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat, terlebih rumah sakit pelat merah tersebut juga merupakan salah satu aset penting bagi pemerintah maupun masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Seiring dengan bertambahnya usia RSUD Panembahan Senopati, Halim menekankan agar rumah sakit bisa menyiapkan diri menghadapi berbagai tantangan ke depan. Sebab dengan semakin berkembangnya teknologi dan perubahan gaya hidup, maka akan bertambah pula potensi permasalahan di bidang kesehatan.
“Karena itu, saya menyerukan kepada seluruh civitas RSUD Panembahan Senopati untuk terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat. Bukan hanya soal ilmu dan teknologi kesehatan yang perlu di upgrade, namun juga aksesbilitas, efektifitas serta hospitalia pelayanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M