DPAD DIY Ubah Arsip Lama Jadi Konten Digital Favorit Gen Z
Lewat program tersebut, arsip dan pustaka langka tidak lagi hanya disimpan sebagai dokumen lama, tetapi diolah menjadi artikel populer, infografis, hingga konte
Kepala DPAD DIY, Monika Nur Lastiyani, di kantornya, Senin (27/3/2023)./Harian Jogja
JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY segera mengantongi prestasi baru lagi berupa sertifikat pengarsipan terbaik nasional. Kepala DPAD DIY Monika Nur Lastiyani mengatakan sertifikat tersebut akan diperoleh pada Mei 2023 mendatang.
Dia menjelaskan tahun ini jawatannya sudah mengantongi tiga sertifikat. Pertama, tingkat literasi tertinggi secara nasional. Kedua, tingkat kegemaran membaca terbaik nasional. Ketiga, akreditasi perpustakaan dengan persentase terbanyak secara regional Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini berlaku untuk perpustakaan mana saja baik desa, sekolah, perguruan tinggi, rumah ibadah dan lainnya.
"Mei akan nambah satu lagi dari sisi pengawasan pengarsipan. Setiap tahun kami diaudit oleh lembaga pengarsipan nasional [Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)] kami nilainya terbaik nasional," ucapnya ditemui di kantor DPAD DIY, Senin (27/3/2023).
Dia menjelaskan minat baca masyarakat sudah cukup tinggi. Mencari informasi di internet juga menjadi indikator penilaian literasi.
"Membaca enggak hanya buku tekstual, tapi akses melalui Internet juga menjadi salah satu indikator. Enggak hanya baca buku," ujarnya.
Sementara itu, dari sisi pengarsipan, menurutnya DPAD DIY punya kewajiban melakukan akuisisi arsip-arsip yang bernilai guna tinggi. Misalnya arsip dari organisasi perangkat daerah (OPD) wajib diserahkan ke DPAD karena memiliki nilai guna statis. Ada juga kewajiban mengarsip milik masyarakat, perusahaan swasta, dan negara, baik BUMD maupun BUMN.
"Kendalanya banyak, kalau arsip parpol biasanya dibawa masing-masing. Ya apa saja kami arsipkan, misal pergantian pengurus, ya apa saja yang tercipta," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lewat program tersebut, arsip dan pustaka langka tidak lagi hanya disimpan sebagai dokumen lama, tetapi diolah menjadi artikel populer, infografis, hingga konte
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.