UCJ Sleman Baru 36,48%, Perlindungan Pekerja Informal Jadi Tantangan
Capaian UCJ Sleman baru 36,48% hingga Oktober 2026. Pemkab memperluas perlindungan pekerja informal melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.
Ilustrasi./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok selama Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY akan menggelar pasar mudah dan operasi pasar di DIY pada bulan ini.
Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti menyampaikan pihaknya bekerja sama dengan beberapa pihak akan menyelenggarakan operasi pasar dan pasar murah di tiap kabupaten/kota.
Untuk menyelenggarakannya dianggarkan Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, ada pula Dana Insentif Daerah (DID) yang akan mendukung penyelenggaraan pasar murah dan operasi pasar tersebut.
“Dana insentif daerah memang aturan dari pusat belum turun. Jadi untuk pemanfaatannya komponennya apa saja memang belum turun, jadi belum bisa bisa dimanfaatkan,” ucapnya, Minggu (3/4/2023)
Karena itulah, menurut Syam, Disperindag DIY berupaya memanfaatkan APBD. “Sehingga kita memaksimalkan apa yang sudah ada di anggaran kami yakni di APBD dan kerjasama dengan yang lain,” katanya.
BACA JUGA: Harga Pangan Stabil, Dinas Perdagangan Kota Jogja Belum Berencana Gelar Operasi Pasar
Kerjasama dengan instansi terkait pun dilakukan Disperindag DIY, antara lain dengan Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Kementerian Perdagangan, dan sejumlah distributor untuk dapat melakukan operasi pasar dan pasar murah d tiap kabupaten/kota.
Dalam penyelenggaraannya, Syam pun memastikan harga pangan di pasar murah dan operasi pasar tersebut akan lebih murah daripada harga pasar.
“Di setiap kapanewon harga distributor langsung ke konsumen, jadi kan lebih murah, meskipun tidak ada subsidi. Memang kalau pakai subsidi lebih murah lagi, tetapi ini sudah murah, saya pastikan ini lebih murah dari harga pasar,” tegasnya.
Dia pun berharap dengan penyelenggaraan pasar murah dan operasi pasar, masyarakat dapat menjangkau kebutuhan pangan dengan mudah. “Harapan kami masyarakat bisa mengakses kebutuhan pangannya dengan harga yang lebih murah dan bisa menetralisir harga yang berkembang saat ini,” katanya.
Untuk menyelenggarakan pasar murah sebanyak 16 kali, dianggarkan APBD Rp.400 juta, dan untuk pelaksanaan operasi pasar dianggarkan APBD sekitar Rp.172 juta.
Dalam operasi pasar tersebut dialokasikan 6 ton beras per kabupaten, sedangkan untuk komoditi pangan lainnya dialokasikan 3 ton per kabupaten.
Selama April 2023 Disperindag DIY menjadwalkan akan menyelenggarakan operasi pasar dan pasar murah di Bantul pada 3 April 2023, kemudian di Gunungkidul pada 10 April 2023, di Disperindag DIY pada 11-12 April 2023 dan di Kulonprogo pada 13 April 2023.
Sebelumnya, Disperindag DIY telah menggelar pasar murah pada delapan titik di DIY sejak pertengahan Februari-Maret 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Capaian UCJ Sleman baru 36,48% hingga Oktober 2026. Pemkab memperluas perlindungan pekerja informal melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat, 23 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dan Kutoarjo.
Kemarau panjang di Pengasih, Kulonprogo, membuat Sungai Klampok dan Plelen mengering. Vegetasi perbukitan juga mulai menguning.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat, 23 Oktober 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 23 Oktober 2026, lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Simak juga panduan naik KRL untuk pemula.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 23 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.