Festival Kethoprak, Disbud Fokus Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo/Istimewa
SLEMAN—Generasi Y atau generasi milenial memiliki fungsi sangat penting dalam pembangunan negara. Pada usia ini, pemuda dinilai memiliki ide-ide segar, pemikiran kreatif dan inovaf yang diyakini dapat mendorong transformasi.
"Pemuda merupakan generasi penerus yang digadang-gadang meneruskan estafet keberlangsungan bangsa dan negara," kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Rabu (29/3/2023).
Dijelaskan Kustini, fase remaja merupakan fase genting yang membutuhkan pendampingan dan perhatian guna membentuk karakter pemuda kreatif dan berprestasi. Dalam rangka melahirkan generasi muda yang kreatif dan inovatif tentunya dibutuhkan ragam kegiatan positif yang mampu mewadahi minat dan kompetensi remaja di berbagai bidang.
"Hal inilah yang terus diupayakan oleh Pemkab Sleman dalam rangka membentuk generasi emas yang nantinya akan melanjutkan tajuk pembangunan Sleman ke depan," katanya.
Pemkab Sleman, lanjut Kustini, berupaya untuk melahirkan generasi Sleman yang berkualitas mulai dari hulu ke hilir. Setiap pemuda Sleman didorong untuk meraih prestasi di berbagai bidang dengan menyalurkan mnat positif remaja diantaranya bidang kewirausahaan, olahraga, seni budaya dan kepramukaan.
"Merespons kebutuhan remaja di bidang kewirausahaan, Pemkab Sleman menyeleggarakan pembinaan wirausaha dengan tema digital marketing manajemen pemasaran, pelatihan pengemasan hantaran dan pelatihan budidaya tanaman hias. Pembinaan dan pelatihan ini dilakukan bagi 45 kelompok di seluruh kapanewon," katanya.
Hasil pelatihan dan pembinaan ini, sambung Kustini, juga akan mendapatkan kesempatan untuk memamerkan hasil pelatihannya di pameran event kepemudaan yang akan diselenggarakan pada akhir tahun 2023. "Pemkab Sleman juga memfasilitasi minat pemuda di bidang seni dan olahraga. Setiap tahunnya Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman mengundang bibit-bibit berprestasi di bidang seni dan olahraga untuk mengikuti Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (O2SN)," ujarnya.
Upaya pembibitan ini, jelas Kustini, dimulai dari usia dini di level sekolah dasar, dan SMP. Selain O2SN, upaya pembibitan pemuda berprestasi juga dilakukan melalui kompetisi antar kapanewon yang digagas dalam bentuk Club Usia Dini dan Gala Siswa Indonesia. Sedangkan bagi siswa SMA dan SMK, Pemkab Sleman juga menyaring bibit-bibit atlet melalui Pekan Olahraga daerah (Popda). Di tahun 2023 ini tercatat 375 atlet Sleman bertanding di Popda.
Ajang kompetisi seni lain juga terus diselenggarakan untuk mendorong minat dan bakat remaja seperti diantaranya Jambore Pemuda Indonesia, Lomba Paduan Suara antar sekolah, Lomba Sleman Got Talent dan penyaringan pertukaran pemuda antar provinsi. Sedangkan untuk mendorong kreativitas remaja, setiap tahunnya digelar berbagai lomba seperti lomba pranatacara, pembuatan video pendek, dan lomba sekolah bebas narkoba.
"Pemkab Sleman juga mendorong pemuda untuk aktif dalam kegiatan seperti pemilihan Paskibraka dan Kepramukaan. Bekerjsama dengan Kwarcab Setiap tahunnya diselenggarakan Kursus Mahir Dasar dan Kursus Mahir Lanjutan bagi para Pembina Pramuka," katanya.
Pada akhir tahun, setiap anggota Pramuka juga diundang untuk mengikuti kegiatan Lomba Gugus Depan Berprestasi dan Lomba Pembina Berprestasi serta Pengembaraan Akhir Tahun (BARATA) yang diikuti Pramuka Penegak.
Pramuka juga diikutsertakan dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Peran serta anggota Pramuka dilakukan melalui Satuan Karya Pramuka yang bergerak di berbagai bidang mulai Saka Pariwisata (Dinas Pariwisata), Saka Bhakti Wira Husada (Dinas Kesehatan), Saka Kominfo (Dinas Kominfo), Saka Kencana (Dinas P3AP2KB), Saka Widya Budaya Bhakti (Dinas Kebudayaan), Saka Kalpataru (Dinas Lingkungan Hidup), Saka Taruna Bumi (Dinas Pertanian).
Beragam kegiatan kepemudaan ini menggandeng organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna, KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), Pemuda Anshor dan Ikatan Remaja Masjid. Meski demikian upaya melahirkan generasi emas ini harus dibarengi dengan peran serta seluruh pemangku kepentingan termasuk orang tua, tenaga pendidik, dan tentunya seluruh masyarakat Sleman.
"Dengan upaya bersama diharapkan dapat membentuk generasi muda Sleman yang kreatif dan terhindar dari perilaku negatif," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Workshop Bekali Kontingen Festival Kethoprak DIY 2026, Disbud Fokus pada Pembinaan dan Regenerasi Seniman Muda
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Menaker Yassierli memastikan pemerintah mengawal isu PHK buruh garmen di Jawa Tengah melalui verifikasi, mediasi, dan perlindungan hak pekerja.
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Tiket konser perdana YE di Jakarta mulai dijual 29 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Harga tiket mulai Rp1,875 juta melalui kanal resmi.