Peneliti UPN Veteran Yogyakarta Kembangkan Model Branding Kopi Berbasis Kearifan Lokal
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Petugas Dinas Kesehatan Sleman mengambil sampel jajanan takjil di Beran, Kalurahan tridadi, Sleman, Selasa (11/4). (ist)
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menguji sampel jajanan takjil di Pasar Sore Beran, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Selasa (11/4/2023). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan keamanan pangan selama Ramadan.
Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman, Tunggul Birowo menjelaskan pengambilan sampel ini dilakukan di sepanjang Jalan Eks PJKA, di mana terdapat sebanyak 52 penjual takjil yang beroperasi pada sore hari. Dengan pengujian ini diketahui apakah ada kandungan berbahaya di dalam makanan yang dijual. “Misalnya bakso atau mi yang mengandung boraks, berarti tidak memenuhi syarat. Atau dalam kolang- kaling pewarnanya tidak untuk makanan dengan bahan rhodamine B,” ujarnya, Selasa.
Adapun pengambilan sampel dari 52 pedagang takjil ini diambil 16 sampel untuk diuji. Pengambilan sampel juga mempertimbangkan makanan atau minuman yang dicurigai mengandung bahan berbahaya, misalnya secara visual warnanya menyala.
Hasil pengujian sampel ini akan digunakan sebagai informasi untuk masyarakat apakah makanan itu aman atau tidak. “Kalau memenuhi syarat berarti aman. Tetapi kalau ada yang tidak memenuhi syarat, kami akan membina pedagang yang bersangkutan,” katanya.
Hasil hari ini dari 16 sampel yg diuji hasilnya negatif semua, tidak terindikasi penggunaan bahan berbahaya (khususnya boraks, formalin, rhodamine B dan methanyl yellow). Tunggul mengimbau kepada para pembeli untuk waspada terhadap makanan atau minuman yang dibeli. Untuk anak-anak terkadang masih tertarik dengan warna yang tidak natural. Selain itu, sisa rasa pahit setelah dicicipi juga menjadi indikasi kandungan bahan berbahaya.
Selain di lokasi Tridadi, Dinkes Sleman bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta juga menguji sampel makanan di sejumlah lokasi lainnya seperti di Klebengan, Indogrosir, Pasar Sleman dan lainnya.
Sub Koordinator Farmasi dan Kesehatan Makanan Minuman Dinkes Sleman, Gunanto mengatakan kandungan pengawet sebenarnya diperbolehkan dengan batasan tertentu. “Tetapi kalau yang diperiksa di sini yang tidak boleh ada dalam makanan,” kata dia.
Bahan yang dilarang dalam makanan memiliki indikasi bahaya yang jika dikonsumsi dalam jangka pendek tidak terasa, namun berdampak pada jangka panjang. “Akumulasi jangka panjangnya ketika terserap dalam tubuh banyak konsekuensinya seperti penyakit kanker dan lainnya,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Aturan wajib halal pakaian jadi segera berlaku. IKM maklon khawatir terbebani sertifikasi, sementara industri hulu tekstil mengaku siap.
Imipas menyebut fasilitas “apartemen” di Lapas Cibinong tak tercatat sebagai BMN dan pembangunannya tidak menggunakan APBN.
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam serangan udara di Rakhine, Myanmar, yang dilaporkan menewaskan 50 orang dan melukai hampir 60 lainnya.
Pilur Bantul 2026 digelar di 30 kalurahan dengan 87 calon lurah dan 304.045 pemilih. Simak jadwal kampanye, masa tenang, hingga pencoblosan.
Cristiano Ronaldo menjadi sorotan jelang Denmark vs Portugal setelah laporan soal latihan individu dan keputusan Jorge Jesus di laga sebelumnya.