Beasiswa Sleman Pintar Genjot Target 1 Sarjana per Keluarga Miskin
Pemkab Sleman genjot Beasiswa Sleman Pintar untuk wujudkan satu sarjana per keluarga miskin dan putus rantai kemiskinan.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berterima kasih atas terselenggaranya Salat Id pada Jumat (21/4/2023) yang diikuti masyarakat Sleman.
Meski ada masyarakat yang melaksanakan Salat Id pada Sabtu (22/4/2023), Kustini mengajak warga untuk menjaga kerukunan. “Mari kmenjaga kerukunan, kebersamaan warga Sleman,” ujarnya seusai Salat Id, Jumat.
Kustini menegaskan Pemkab Sleman memfasilitasi semua masyarakat untuk Salat Id baik pada Jumat maupun Sabtu nanti. “Mari bersama-sama, berbondong-bondong. Hari ini sudah dilaksanakan, besok dilaksanakan lagi bagi yang menjalankan,” tuturnya.
Pemberian fasilitas ini menjadi bentuk Pemkab Sleman ikut menjaga kerukunan dan menghargai perbedaan. “Menjaga kebersamaan, menjaga perbedaan yang penting adalah bagaimana Sleman mbangun untuk memajukan Sleman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman genjot Beasiswa Sleman Pintar untuk wujudkan satu sarjana per keluarga miskin dan putus rantai kemiskinan.
Kecerdasan emosional, kreativitas, dan kepemimpinan diprediksi menjadi keterampilan paling dicari di era AI. Mengapa kemampuan manusia justru semakin berharga.
"Trump Curse" ramai di media sosial usai AS kalah 1-4 dari Belgia di Piala Dunia 2026. Trump disebut bawa sial setelah hubungi FIFA. Ini deretan kekalahan lain
Petani di Bantul mulai beralih menanam kacang tanah dan palawija saat musim kemarau. Tanaman ini dinilai lebih hemat air dan memiliki masa panen yang relatif si
DuckDuckGo luncurkan pemblokir iklan YouTube bawaan gratis. Cukup aktifkan di pengaturan browser, nonton video tanpa iklan tanpa ekstensi. Alternatif YouTube Pr
Prancis vs Maroko: 19 pemain diaspora di skuad Maroko, 6 lahir di Prancis. Sejarah migrasi, identitas, dan sepak bola mewarnai duel perempat final Piala Dunia