Kekerasan Seksual di Sleman, Pengajar Ponpes Ditahan, Terancam 12 Tahun Penjara
Pengajar Ponpes Ash Sholihah di Sleman ditahan terkait kasus kekerasan seksual terhadap alumni santriwati dan terancam 12 tahun penjara.
Salat Id di Lapangan Denggung, Sleman, Jumat (21/4/2023). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Salat Id Muhammadiyah yang digelar di Lapangan Denggung, Tridadi, Sleman membeludak, Jumat (21/4/2023).
Ribuan jemaah memadati lokasi salat, jauh di luar ekspektasi penyelenggara. Diestimasikan ada ribuan orang yang mengikuti salat Id di Lapangan Denggung kali ini.
Dari pantauan Harian Jogja di Lapangan Denggung, lokasi yang semula awalnya lengang berangsur-angsur ramai dipenuhi jemaah yang hendak melaksanakan Salat Id. Malahan lokasi yang disiapkan penyelenggara serasa tak cukup menampung animo masyarakat yang hendak melaksanakan Salat Id.
Beberapa jemaah pun sampai menggelar tikar di luar rumput lapangan. Bahkan ada jemaah yang terpaksa menggelar alas salat di atas bangunan panggung, tepat di depan tulisan besar Kabupaten Sleman.
Tampak Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, ikut melaksanakan Salat Id di Lapangan Denggung tadi pagi.
Kendati ramai, Salat Id yang diselenggarakan di Lapangan Denggung Tridadi berjalan dengan kondusif. Tidak ada kerumunan yang memicu hingga berdesak-desakan saat jemaah datang maupun pulang. Setelah salat rampung digelar para jemaah pulang dengan tertib dan kondusif.
Salat Id di Lapangan Denggung yang dipimpin Kompol Purn Muh. Jamaluddin Ahmad berlangsung khidmat. Jamaluddin dalam khotbahnya meminta jemaah untuk melanjutkan beragam kegiatan baik yang dulu dilakukan di bulan Ramadan setelah bulan puasa ini.
"Menjadi penting untuk meneruskan ibadah amaliah Ramadan," tuturnya, Jumat. Dia berharap jemaah dapat terus meramaikan masjid-masjid setelah Ramadan. Bila selama puasa umat muslim gencar membagikan zakat, infaq dan sedekah, diharapkan Jalamudin amalan itu dapat terus dilanjutkan selepas bulan Ramadan.
Kustini juga melihat tingginya antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan Salat Id kali ini. “Penuh sampai tidak cukup. Ini masyarakat semua sudah menghargai perbedaan,” tuturnya.
“Monggo nanti yang menjalankan tanggal 21 maupun 22 tidak ada bedanya. Sama-sama untuk menjalankan dan ini adalah antusias masyarakat selalu menjaga kebersamaan," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengajar Ponpes Ash Sholihah di Sleman ditahan terkait kasus kekerasan seksual terhadap alumni santriwati dan terancam 12 tahun penjara.
Vaksinasi rabies gratis di Sleman menyediakan 300 kuota pada 30 September 2026. Cek syarat, lokasi, jadwal, dan cara pendaftaran.
KRI Sriwijaya-100 resmi dikukuhkan Panglima TNI Agus Subiyanto setelah Merah Putih berkibar di atas kapal induk di Tanjung Priok.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.