WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Waketum PPP, Asrul Sani, saat ditemui media usai Rapimnas PPP di Sleman, Rabu (26/4/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Ganjar Pranowo yang secara resmi telah diusung PDI Perjuangan ternyata juga banyak disuarakan oleh PPP di tingkat wilayah sebagai bakal calon presiden. Beberapa nama lain seperti Anies Baswedan hingga Erick Thohir juga kerap disebut.
Wakil Ketua Umum PPP, Asrul Sani, menjelaskan hal tersebut dibahas dalam Rapimnas PPP di Sleman, Selasa (25/4/2023). "Berbasis Pada proses bottom up, artinya kami mendengarkan aspirasi dari struktur dari konstituen akar rumput partai terkait siapa yang seyogyanya diusung PPP dlm pilpres 2024 mendatang," ujarnya saat ditemui media, Rabu (36/4/2023).
Ia menuturkan dalam proses sebelumnya seperti Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) atau Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil), nama yang paling banyak disuarakan untuk diusung sebagai bakal calon presiden adalah Ganjar Pranowo.
"Selain nama Pak Ganjar, ada nama Anies Baswedan yang juga disuarakan oleh beberapa DPW. Tapi juga akar rumput konstituen ada Prabowo, ada Pak Sandi, Erick Thohir, itu memang disuarakan. Tapi kan memang partai di PPP harus melakukan forum permusyawaratan, maka selama dua hari ini [Rapimnas]," ungkapnya.
Baca juga: PPP Umumkan Capres Siang Ini di Jogja, Ganjar, Sandiaga atau Anies?
Rapimnas dihadiri oleh para pengurus PPP, termasuk majelis yang ada seperti Majelis Pertimbangan Partai, Majelis Syariah, pakar dan kehormatan. Kemudian dihadiri juga oleh pimpinan wilayah di seluruh Indonesia.
Ia berharap pola pakem era pasca reformasi terus diterapkan dalam pemerintahan Indonesia, yakni jika presiden dari kalangan nasionalis, maka wapres dari kalangan santri atau sebaliknya.
"Kita kan sudah mengikuti dari mulai jaman Gusdur-Megawati, Megawati-Hamzah Haz, SBY-JK. Agak keluar dari pakem itu kan SBY-Budiono. Kemudian kembali lagi Jokowi-JK, dan Jokowi-Ma'ruf amin," kata dia.
Dengan waktu yang masih tersisa selama 10 bulan, ia yakin cukup untuk memberi waktu bakal calon presiden yang diusung untuk membangun elektabilitas. "Tentu masih ada waktu untuk capres itu mem-build up popularitas, akseptabilitas, tentu elektabilitas nya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.