Pieter Huistra Puas Rotasi Dua Tim PSS Sleman di Uji Coba
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.
Sejumlah penumpang memasuki bus di Terminal Jombor, Senin (3/4/2023)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebagian besar agen bus mengeluhkan sepinya pembelian tiket selama arus mudik dan balik Lebaran 2023. Bahkan jumlah penumpang dinilai lebih banyak pada arus mudik dan balik Lebaran 2022 silam meski itu syarat perjalanan terbilang lebih rumit akibat pandemic Covid-19.
"Kama rekan-rekan agen itu juga bingung dengan kondisi sekarang. Karena jumlah penumpang yang mengikuti arus mudik dan balik yang harusnya itu melonjak, ini cenderung biasa-biasa saja dan belum ada penampakan," terang Ketua Paguyuban Agen Perwakilan Bis Malam (Papbima) Terminal Jombor, Enggar Dwi Setyo Panjono pada Jumat (28/4/2023).
BACA JUGA : Layanan Sempat Dihapus Akibat Sepi Penumpang
Enggar menyebut saat ini hanya bus-bus reguler saja yang dipenuhi penumpang. Sementara bus-bus tambahan seperti bus malam yang disiapkan justru sepi penumpang. "Sementara yang penuh itu cuma bus-bus reguler, dalam arti yang setiap hari berangkat. Untuk bus unit-unit tambahan itu masih banyak yang kosong," ujarnya.
Ia menduga fenomena menurunnya jumlah penumpang bus ini terjadi lantaran banyak program mudik atau balik gratis yang dilaksanakan pada 2023. "Prediksi kami dari paguyuban itu kemungkinan karena tahun politik banyak yang mengadakan arus mudik gratis," ungkapnya.
Dia menegaskan, sejak 24 April lalu hingga saat ini yang diprediksi jadi momen arus balik para pemudik malah tidak terlihat adanya peningkatan penumpang. Hanya bus reguler yang beroperasi setiap hari saja yang dipenuhi penumpang. "Unit-unit bantuan yang sudah kita siapkan itu ternyata penumpangnya juga sangat minim sekali," tambahnya.
Fakta lain disampaikan Enggar di momen arus balik ini, jumlah penumpang justru jauh lebih sedikit ketimbang tahun lalu. Padahal, tahun lalu aturan penumpang transportasi lebih ketat ketimbang sekarang.
BACA JUGA : Teman Bus Jalur Godean Angkat Tangan karena Sepi
"Menurun [tahun ini], kalau dibandingkan tahun kemarin yang tahun kemarin pun masih ada pembatasan itu malah ramai tahun kemarin dari pada hari ini," ungkapnya.
Ia menggambarkan setiap harinya ada sekitar 120 bus reguler yang beroperasi di Terminal Jombor. Pada 2022 silam karena banyaknya penumpang, 120 bus reguler masih ditambah sekitar 200 bus tambahan pun ludes dipenuhi penumpang. Sementara tahun ini, hanya ada 10 unit bus tambahan yang dioperasikan, itu pun tidak semua terpakai.
"Yang jelas kalau untuk di Terminal Jombor ini kalau dibandingkan tahun kemarin sangatlah jauh. Masih mending tahun kemarin walaupun tahun kemarin ada pembatasan,” ujarnya.
Staf Pengelola Terminal Jombor, Nunung Setia Nugraha menuturkan biasanya pada momen arus arus balik di Terminal Jombor bisa lebih ramai dibanding dengan arus mudiknya. Hal itu dikarenakan di Terminal Jombor momen mahasiwa dan pekerja balik ke Jogja berlangsung bersamaan. Beda dengan kondisi arus mudik, dimana banyak mahasiwa yang mulai pulang kampung di pekan ketiga ramadan karena libur lebih duku ketimbang para pekerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.
Sleman menjadi lokasi piloting Perlinsos Digital. Sebanyak 76.315 KK telah terdaftar untuk mendukung penyaluran bansos tepat sasaran.
Upaya melestarikan bahasa dan aksara Jawa terus dilakukan di tengah perkembangan teknologi digital.
BSSN mengingatkan AI membuat serangan siber ke sektor keuangan makin otomatis, personal, dan sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.