Kronologi Skandal Orang Hilang di Pulau Jeju, Polisi Ditahan dan Petinggi Dicopot
Skandal orang hilang di Jeju mencuat setelah polisi diduga memalsukan laporan. Seorang petugas ditahan dan empat perwira senior dicopot.
Ilustrasi./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA - Penyediaan sarana transportasi umum dengan menyasar kawasan pinggiran rupanya belum menarik minat masyarakat untuk menggunakan layanan ini.
Terbukti jalur angkutan Teman Bus jurusan Kota Jogja-Godean harus angkat tangan alias menyerah, menghentikan operasionalnya karena sepinya penumpang. Fasilitas koridor ini selanjutnya dialihkan ke rute baru dari Kota Jogja menuju Palbapang Bantul.
Program Teman Bus merupakan bantuan unit bus yang digunakan untuk transportasi umum yang diberikan oleh Kementerian Perhubunagn bagi daerah.
DIY mendapatkan alokasi 44 unit yang digunakan untuk tiga rute yaitu Jalur Godean, Jalur Ngaglik dan Jalur Ngemplak. Adapun program ini dikelola oleh PT Jogja Tugu Trans (JTT) di bawah kendali Dinas Perhubungan DIY.
“Teman Bus ini sudah beroperasi sejak 2020. Untuk jalur Godean akan ditutup mulai besok [1 November 2022],” kata Direktur Utama PT JTT, Agus Adrianto, Senin (31/10/2022).
BACA JUGA: Bukit Bintang Longsor, Jalur Alternatif Prambanan-Ngalang Mendesak
Agus mengatakan penyebab dihapuskannya jalur Godean ini karena sepinya penumpang. Kendati Teman Bus merupakan layanan gratis nyatanya tidak banyak masyarakat yang menggunakan transportasi ini.
Terbukti keterisian penumpang setiap harinya hanya mencapai maksimal 17% dari total kursi yang tersedia. “Sehingga saat ini mencoba untuk dialihkan dengan membuka rute baru di Bantul dengan rute dari Terminal Ngabean menuju ke Palbapang, Bantul,” ujarnya.
Meski tidak banyak yang menggunakan jalur Godean ini ternyata ada pelanggan setiap yang kecewa dengan penutupan koridori ini. Salah satu Widi, pria berusia 40 tahun warga Giwangan, Kota Jogja yang biasa menggunakan Teman Bus untuk berjualan di Pasar Gamping dan Pasar Godean.
Dia biasa menggunakan Teman Bus pada pagi untuk berangkat dan siang untuk pulang ke rumah. Ada dua pasar tujuannya yaitu Gamping dan Pasar Godean untuk berjualan buah-buahan bersama orangtuanya Maryatun yang berusia 71 tahun.
“Selain saya ada pedagang sepuh yang menggunakan Teman Bus ini, ya mungkin sekitar 50-an pedagang tetapi ini saat jam tertentu saja, pagi dan siang ketika dagangan sudah habis,” katanya kepada wartawan.
Widi tak menampik bahwa dirinya kecewa dengan penutupan jalur Godean yang selama ini digunakannya sebagai alat transportasi. Jika menggunakan ojek biayanya sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 menurutnya sudah cukup berat. Ia menggunakan Teman Bus sejak 2021 lalu.
“Saya kaget juga ini baca kok koridor Godean yang biasa saya pakai akan dihapus. Saya penah mendapatkan info akan diganti dengan angkutan yang bayar, kami tidak masalah ada ada dengan harga murah seperti angkutan. Intinya kami berharap koridor Godean ini masih ada,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skandal orang hilang di Jeju mencuat setelah polisi diduga memalsukan laporan. Seorang petugas ditahan dan empat perwira senior dicopot.
Hapus aplikasi dari HP memang gampang. Tinggal tekan beberapa detik, pilih uninstall, selesai. Tapi kalau yang sebenarnya ingin kamu lakukan adalah berhenti men
Jalan Godean Sleman menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal. Bupati Harda Kiswaya perintahkan pengecekan PJU, lubang jalan dan fasilitas keselamatan
Malioboro diberlakukan full pedestrian Sabtu 29 Agustus 2026 selama 17 jam. Simak titik penutupan dan skema rekayasa lalu lintasnya.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam mengurus