Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Ilustrasi jembatan rusak karena banjir/Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kalurahan Jurangjero, Ngawen mengharapkan bantuan dari Pemkab Gunungkidul untuk perbaikan jembatan rusak akibat banjir pada Rabu (3/5/2023) malam. Pasalnya, anggaran yang dimiliki masih sangat terbatas sehingga tidak mampu untuk memperbaiki sendiri.
Ulu-Ulu Kalurahan Jurangjero, Supriyanto mengatakan, jalan di sekitar Jembatan Sriten [perbatasan Jurangjero-Kampung) yang rusak merupakan jalan desa. Sesuai dengan status jalan, maka proses perbaikan menjadi kewenangan kalurahan.
Meski demikian, ia mengakui anggaran yang dimiliki kalurahan masih sangat terbatas sehingga belum bisa memperbaiki sendiri. Oleh karenanya, ada harapan perbaikan mendapatkan bantuan dari Pemkab Gunungkidul.
“Kami akan buat proposal bantuan untuk perbaikan jembatan ke DPU [Pemkab Gunungkidul],” kata Sriyanto kepada wartawan, Jumat (5/5/2023).
Baca juga: PNS Disdikpora Bantul Ditahan Terkait Korupsi Dana Perawatan Stadion Sultan Agung
Menurut dia, jembatan penghubung Kalurahan Jurangjero-Kampung dibangun di 2009 lalu. Adapun modelnya berbentuk crossway dengan konstruksi gorong-gorong di bawahnya.
Sriyanto mengakui, putusanya jembatan memberikan dampak terhadap aktivitas warga. Pasalnya, warga tidak bisa lagi melintas jembatan tersebut dan harus memutar melalui jalan utama di Kapanewon Ngawen.
“Harus lewat jalur utama Ngawen dan jaraknya juga lumayan. Untuk kerusakan, juga sudah kami laporkan ke BPBD Gunungkidul,” ungkapnya.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul, Supriyadi mengatakan, warga terpaksa memutar sejauh enam kilometer dikarenakan rusaknya jembatan di perbatasan Kampung-Jurangjero.
“Yang paling kasihan anak-anak yang akan bersekolah. Berhubung akses lebih jauh, maka terpaksa harus diantar,” katanya.
Menurut dia, kerusakan akibat banjir yang terjadi pada Rabu malam sudah dilaporkan ke BPBD Gunungkidu. Warga di sekitar lokasi juga sudah bekerja bakti untuk membersihkan pohon tumbang di dekat jembatan. “Kami [TRC] ikut membantu bersama-sama dengan warga. Untuk perbaikan kami serahkan sepenuhnya ke pimpinan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa