Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Satgas PPKS UAJY usai menggelar pelatihan internal, beberapa waktu lalu./ist Humas UAJY
Harianjogja.com, SLEMAN—Kekerasan seksual di lingkungan kampus masih marak terjadi. Sayangnya korban tidak berani melaporkan kepada lembaga di kampus yang berwenang.
Menyikapi hal ini, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menegaskan komitmennya dalam melawan kekerasan seksual di dalam kampus melalui tim khusus bernama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).
Ketua Satgas PPKS UAJY, Dina Listiorini, mengatakan perguruan tinggi didorong untuk memberikan rasa aman, nyaman bagi sivitas akademika. Maka ia berharap agar draf Peraturan Rektor tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan UAJY segera diterbitkan untuk menciptakan atmosfer akademik yang aman dan nyaman bagi segenap sivitas akademika di UAJY.
Di samping itu, upaya penguatan Satgas PPKS juga terus dilakukan, salah satunya dengan pelatihan internal Satgas PPKS UAJY yang telah digelar pada 5-6 Mei lalu. Pelatihan tersebut berisi sharing dan diskusi pengalaman kasus kekerasan seksual yang sudah ditangani oleh Tim Satgas PPKS UGM.
Baca juga: Puskesmas di Sleman Dihujani 7 Tembakan, Polisi Masih Penyelidikan
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan bagi anggota Satgas PPKS untuk lebih memahami bentuk-bentuk kekerasan seksual, mekanisme pelaporan korban dan penanganan awal, serta pencegahan kekerasan seksual di ranah kampus,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/5/2023).
Kegiatan tersebut juga melibatkan Ketua Satgas PPKS UGM, Sri Wiyanti. Ia menuturkan fenomena terjadinya kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi telah menjadi perhatian bersama para sivitas akademika di tingkat global dan di Indonesia. “Kekerasan seksual yang terjadi di kampus merupakan bagian dari fenomena gunung es dan merepresentasikan apa yang terjadi dalam masyarakat kita. Pada tahun 2018 dan 2019 sangat merebak isu kekerasan seksual di Perguruan Tinggi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.