Ribuan Pelajar Sleman Alami Hipertensi, Gaya Hidup Jadi Sorotan
Skrining CKG Sleman temukan ribuan pelajar hipertensi. Gaya hidup tidak sehat jadi faktor utama selain bawaan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Ketua DPRD Kabupaten Kulonprogo, Akhid Nuryati menjadi salah satu konstestan yang akan bertarung dalam Pemilihan Umum 2024 untuk memperebutkan kursi DPRD DIY melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Ketika dikonfirmasi oleh Harianjogja.com, Akhid membenarnya bahwa dirinya maju menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD DIY. “Benar saya maju menjadi bacaleg DPRD DIY. Ada beberapa alasan yang melatarbekakangi kenapa saya menjadi bacaleg DPRD DIY seperti alasan geografis bahwa saya berasal dari wilayah selatan,” kata Akhid, Minggu (14/5/2023).
Akhid menambahkan bahwa dia mencoba mendukung dan ingin terlibat dalam visi misi Gubernur DIY yaitu Menyongsong Abad Samudera Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja. Menurut dia, wilayah selatan Kabupaten Kulonprogo sangat potensial dikembangkan.
“Wilayah selatan yang potensial untuk didanai dengan Dana Kesitimewaan baik melalui program desa maritim maupun lumbung mataram itu butuh seseorang yang fokus [untuk wilayah itu],” katanya.
BACA JUGA: Caleg Gunungkidul Dihiasi Muka Lama, 6 Petahana Cari Peruntungan ke Provinsi
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Kulonprogo ditopang bukan hanya sektor pertanian namun juga sektor jasa. Ada pergeseran, kata Akhid.
“Hal tersebut butuh orang yang notabene benar-benar bisa membaca potensi Kulonprogo dan mengaplikasikan kebutuhan Kulonprogo dalam APBD Provinsi dan Dana Keistimewaan serta Dana Alokasi Khusus,” ucapnya.
Lebih jauh, Akhid menegaskan bahwa koordinasi antara DPRD Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo tergolong kurang. Hal tersebut menjadi alasan lain yang mendorong Akhid menjadi anggota DPRD Provinsi.
“Program-program daerah yang skeman pendanaannya melalui provinsi atau pusat itu koordinasinya sangat kurang dan lemah. Dengan begitu tidak tampak sinergitas antara yang dibutuhkan daerah dengan provinsi,” lanjutnya.
Bahkan ada beberapa program milik provinsi yang tidak tersosialisasikan dengan baik. Dua hal fundamental tersebut lah, kata Akhid yang menjadi dorongan kuat untuk berlaga di Pemilu 2024 DPRD Provinsi.
“Contoh konkret adalah jembatan Glagah yang telah menjadi kewenangan nasional. Sebelumnya kewenangan provinsi. Nah, itu kan perlu sinergitas pemkab, pemda DIY, dan OPD level provinsi untuk dikoordinasikan dengan baik,” pungkasnya.
Selain Akhid, Ketua Komisi I DPRD Kulonprogo, Suharto juga melaju ke bursa Pemilu 2024 untuk DPRD DIY melalui Partai Golkar. “Saya menjadi bacaleg DPRD DIY. Alasan saya, pertama saya sudah empat periode di DPRD Kabupaten. Selain itu, saya akan berupaya untuk mengawal program untuk daerah utamanya Kabupaten Kulonprogo yang saya pandang belum signifikan. Anggarannya masih sedikit. Padahal infrastruktur di Kulonprogo masih kurang. Terlebih kemiskinan di Kulonprogo juga masih banyak,” kata Suharto, Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining CKG Sleman temukan ribuan pelajar hipertensi. Gaya hidup tidak sehat jadi faktor utama selain bawaan.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.