Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Ilustrasi kebakaran di Bantul /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat selama Januari hingga pertengahan Mei tahun ini terdapat 44 kejadian kebakaran di Bantul. Sebagian besar penyebab kebakaran akibat kelalaian manusia.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul, Irawan Kurnianto mengatakan ada 44 kejadian kebakaran di Bantul selama Januari sampai pertengahan Mei 2023. Rinciannya untuk bulan Januari sebanyak 10 kejadian, kemudian Februari ada 11 kejadian, di bulan Maret tercatat ada tujuh kejadian, sementara bulan April ada 10 kejadian kebakaran.
“Sementara selama Mei ini kejadian kebakaran sebanyak enam kali,” katanya, Rabu (17/5/2023). Kebakaran terbaru menimpa rumah yang beralamat di Jalan Soragan, Griya Doragan A-1, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan pada Selasa (16/5).
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran yang diduga karena hubungan arus pendek (korsleting) tersebut. Adapun kerugian korban ditaksir mencapai Rp30 juta. Irawan menyebut penyebab kebkaran rata-rata karena kelalain manusia seperti korsleting listrik, kompor yang ditinggalkan dalam keadaan menyala, dan membakar sampah tanpa pengawasan.
BACA JUGA: Pelecehan Santriwati, Belasan Orang Jadi Korban, Pimpinan Ponpes Tersangka
Adapun kerugian akibat kebakaran, BPBD mencatat paling besar ada di bulan Februari dengan kerugian sekitar Rp779 juta, lalu disusul bulan April dengan total kerugian sebesar Rp115 juta, Januari sebesar Rp64,4 juta, kemudian Maret terkecil dengan total kerugian mencapai Rp30,7 juta.
“Sementara untuk korban jiwa dengan luka bakar ada satu orang di bulan Maret, adapun korban meninggal dunia nihil atau tidak ada,”ujarnya.
Diimbau Waspada
Irawan mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan terjadinya bencana kebakaran, di antaranya dengan menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar guna mengantisipasi korsleting. “Jangan meninggalkan sumber api seperti kompor atau pembakaran sampah tanpa pengawasan,” imbaunya.
Lebih lanjut Irawan menyampaikan bahwa memasuki musim kemarau seperti sekarang potensi kebakaran lahan bakal meningkat. Hal ini dikarenakan musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga berbagai upaya antisipasi dampak bencana harus dipersiapkan lebih matang.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah sebelumnya mengatakan bahwa potensi kebakaran lahan di Bantul hampir merata di seluruh wilayah. Namun untuk wilayah dengan zona merah terletak di kapanewon Kasihan, Sewon, sebagian Pleret, Piyungan, sebagian Banguntapan, Imogiri, Pundong, Bambanglipuro, Jetis, Pajangan, Bantul, Dlingo, dan Kretek.
BPBD sudah menyiagakan sebanyak tujuh pos pemadam kebakaran di Bantul untuk upaya mitigasi, di antaranya posko induk BPBD Bantul di Jalan Wahid Hasyim Bantul, kemudian pos pemadam Kasihan, Pos Banguntapan, Pos Piyungan, Pos Imogiri, Pos Pundong, dan Pos Sedayu. “Untuk mencegah terjadinya kejadian kebakaran lahan, kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat menjadi penyebab kebakaran lahan, seperti membakar sampah di tengah hutan yang banyak dedaunan kering dan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Pieter Huistra percaya diri lini depan PSS Sleman lebih bagus dari Madura United dengan mengandalkan Gustavo Tocantins dan Matheus Fornazari.
Infinix XPAD 30 Pro resmi hadir di Indonesia dengan harga mulai Rp3,399 juta, layar 2.5K, Helio G200 Ultimate, dan baterai 8.200 mAh.
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.
Dewan Pendidikan Nasional mengingatkan orang tua tak perlu memaksa anak ikut bimbel karena TKA bukan penentu kelulusan.
Lipstik Lipsing kembali setelah 16 tahun hiatus. Penampilan di Candi Prambanan menghidupkan nostalgia penggemar lewat lagu-lagu legendaris mereka.