XLSMART Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan RI, XLSMART hadirkan perjalanan Semarang–Solo–Yogyakarta untuk membuktikan pengalaman konektivitas 5G sekaligus memperkuat semangat
Suasana penandatanganan kerja sama antara KemenPPPA dan PP Aisyiyah tentang penguatan kapasitas perempuan, ketahanan keluarga dan perlindungan anak, Jumat di kampus UAD./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) menjalin kerja sama dengan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah berkaitan dengan penguatan kapasitas perempuan, ketahanan keluarga dan perlindungan anak.
Penandatanganan kerja sama itu dilakukan oleh Menteri PPPA, Bintang Puspayoga bersama Ketua Umum PP Aisyiyah di kampus UAD Jumat (19/5/2023).
Menurut Bintang dipilihnya PP Aisyiyah lantaran organisasi itu tersebar di seluruh Indonesia sampai ke tingkat paling bawah. Dengan begitu kerja sama ini tentunya dapat mempercepat program penguatan kapasitas perempuan, ketahanan keluarga dan perlindungan anak di seluruh Indonesia sampai di tingkat kecamatan, kelurahan dan juga desa.
“Kami harapkan semua jajaran Aisyiyah bisa berkolaborasi untuk mewujudkan perempuan yang tangguh sampai ke tingkat masyarakat paling bawah,” ujarnya.
BACA JUGA: Kunjungi Madrasah Muallimat Muhammadiyah Jogja, Menteri PPPA Minta Pesantren Cegah Kekerasan Anak
Bintang memaparkan memasuki tahun politik ini isu kepemimpinan perempuan banyak disorot. Salah satunya adalah keterwakilan sebanyak 30% perempuan yang didaftarkan menjadi calon anggota legislatif.
Di sisi lain masih ada daerah yang meragukan kepemimpinan perempuan, padahal sudah banyak terbukti perempuan juga bisa berperan. “Sejak era sebelum kemerdekaan perempuan sudah banyak yang terlibat dalam perjuangan dan kemerdekaan bangsa, tetapi perannya kerap kali didiskriminasi,” katanya.
Bintang mengajak seluruh kader Aisyiyah untuk terus bergerak bersama menyadarkan banyak pihak bahwa kepemimpinan perempuan harus diapresiasi dan diberi ruang yang setara dengan laki-laki.
“Kami harapkan model penguatan kapasitas perempuan bisa direplikasi oleh seluruh daerah dan perempuan yang berdaya bisa terwujud,” kata dia.
Sementara Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayinah menyebut, pihaknya mendukung program Kemen-PPPA yang bertujuan memberikan penguatan kapasitas perempuan, ketahanan keluarga dan perlindungan anak.
Sejalan dengan itu pihaknya juga turut mendorong agar program yang sesuai di organisasi itu untuk diterapkan secara bersama-sama. “Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian Ibu Menteri. Kami dari Pimpinan Pusat Aisyiyah juga sangat peduli terhadap program-program pemberdayaan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Program-program ini semoga bisa sejalan dengan program kementerian sehingga bisa saling kita kolaborasikan,” ungkap Salmah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan RI, XLSMART hadirkan perjalanan Semarang–Solo–Yogyakarta untuk membuktikan pengalaman konektivitas 5G sekaligus memperkuat semangat
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
ATR/BPN menyiapkan PTSL dan sertifikasi lintas sektoral untuk mendukung target 3 juta rumah MBR pada 2026-2027.
Islamic Relief Indonesia melanjutkan respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/202
Banjir bandang menerjang perbatasan Nepal-Tibet, menewaskan 157 orang dan membuat lebih dari 400 orang hilang, termasuk ratusan wisatawan asing.
Polresta Tangerang mengerahkan 200 personel gabungan untuk patroli dan penyekatan massa yang hendak menuju Jakarta untuk aksi di Gedung DPR RI.