Karang Taruna Goes to School Ajak Siswa SRMA 19 Siapkan Masa Depan
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Sekda Bantul Agus Budi Raharja (kiri) didampingi Kepala BPS Bantul Dedi Cahyono saat pencanangan komitmen bersama menyukseskan ST 2023 di Hotel Grand Rohan, Selasa (23/5/2023) (email)
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantul akan menyelenggarakan Sensus Pertanian (ST) 2023 yang digelar pada 1 Juni sampai 31 Juli mendatang. ST 2023 akan mendata usaha pertanian perorangan, usaha perusahaan pertanian berbadan hukum dan usaha pertanian lainnya.
Kepala BPS Bantul Dedi Cahyono mengatakan, cakupan pendataan ST di wilayah setempat nantinya akan meliputi seluruh wilayah yang terdiri dari 17 kapanewon, 75 kalurahan dan 599 RT. Pihaknya menerjunkan sebanyak 747 petugas enumator yang nantinya mengumpulkan data di lapangan dari pintu ke pintu.
BACA JUGA: Sensus Pertanian Digelar Tahun Ini, 3.018 Petugas Diterjunkan
"Keterlibatan masyarakat dalam ST 2023 utamanya sebagai responden sangat membutuhkan peran semua pihak dalam menyosialisasikan, sehingga masyarakat memberikan jawaban yang benar untuk membangun kebijakan pertanian," katanya Selasa (23/5/2023).
Pendataan dalam ST 2023 meliputi enam subsektor pertanian yakni tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Adapun metode pengumpulan data dilakukan dengan door to door dan metode snowball.
"Petugas lapangan sensus akan mendapatkan sejumlah satuan lingkungan setempat dan setiap enam orang akan dibawahi oleh pemeriksa lapangan sensus," jelasnya.
Ketua Tim ST 2023 BPS DIY Rahmawati menjelaskan, pelaksanaan ST sangat penting dalam menjawab sejumlah isu pertanian di level global, nasional dan lokal. Adapun isu kunci yang jadi konsentrasi yakni ketahanan pangan, kualitas dan keamanan pangan, keberlanjutan pangan global baik secara sosial ekonomi dan lingkungan.
BACA JUGA: Pastikan Perkembangan Pertanian DIY, BPS Gelar Sensus Pertanian Mulai 1 Juni
"ST akan banyak menghasilkan informasi untuk gambaran berbagai pihak sebagai perencanaan dan evaluasi, tersusunnya direktori, demografi pertanian dan lahan, geospasial pertanian, komoditas, penggunaan teknologi modern, data kelompok tani dan urban farming, petani milenial dan perhutanan sosial," katanya.
Sekda Bantul Agus Budi Raharja menyebut, data merupakan urat nadi dalam penyelenggaraan roda pemerintahan. Tanpa kehadiran data yang jual dan valid evaluasi kebijakan dan tolok ukur keberhasilan suatu program sakit dinilai. "Identifikasi masalah dan pengentasan masalah jadi lebih gampang lewat data," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.