Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Menparekraf Sandiaga Uno (tengah) membatik bersama di atas kain dalam acara workshop kabupaten dan kota kreatif di Pendopo Parasamya, Bantul, Minggu (28/5/2023)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mendukung Kabupaten Bantul masuk ke Jejaring Kota Kreatif Dunia atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN) pada tahun ini.
Hal ini dikatakan Sandi seusia Workshop Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia di Pendopo Parasamya Bantul, Minggu (28/5/2023). Dia berharap melalui kegiatan tersebut dapat menguatkan posisi Bantul yang telah ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif 2022 oleh Kemenparekraf dan tengah berupaya masuk dalam UCCN.
“Tahun ini Bantul berpartisipasi dalam seleksi nasional penentuan UCCN. Kita doakan yang terbaik, karena pak bupati dan jajarannya, serta seluruh masyarakat pelaku ekonomi kreatif kompak mendukung penguatan ekosistem ini,” katanya.
BACA JUGA: Sandiaga Uno Segera Umumkan Partai Politik Tempatnya Berlabuh
Ia menilai Bantul sangat berpeluang untuk masuk UCCN karena semua pihak terlibat baik dari pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat kompak mendukung upaya tersebut. Bahkan bermunculan berbagai forum, di antaranya Bantul Creative Forum hingga Bantul Fashion Community.
Sandi juga menilai bahwa ekonomi kreatif Bantul dapat menciptakan peluang usaha dan terciptanya lapangan kerja. Hal itu sesuai dengan tujuan pengembangan ekonomi kreatif agar mampu menyerap 4,4 juta tenaga kerja secara nasional tahun ini.
“Dengan terlaksananya Workshop KaTa Kreatif di Kabupaten Bantul ini diharapkan para pelaku usaha ekonomi kreatif dapat meningkatkan kapasitas yang telah dimiliki sehingga dapat bersaing dan dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi sekitarnya,”ujarnya.
Sementara Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa Bantul sangat berpotensi untuk memperluas lapangan pekerjaan karena ekonomi kreatif di Bumi Projotamansari ini sudah menjadi budaya masyarakat, terbukti industri kreatif penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Kedua pertanian dan ketika pariwisata. “Ini menunjukan kreativitas jadi salah satu cara tepat masyarakat Bantul dalam mengatasi problem ekonomi seperti kemiskinan dan pengangguran,” katanya.
Melalui ekonomi kreatif tersebut telah membawa Bantul menjadi Kabupaten Kreatif Indonesia dalam sub sektor kriya. Kerajinan dan kesenian rakyat atau craft and fork art dipilih untuk diajukan sebagai kota kreatif dunia agar bisa menjadi ikon Bantul dalam bidang pengembangan ekonomi kreatif.
“Terima kasih Mas Menteri [Sandiaga Salahuddin Uno] yang telah menetapkan Bantul sebagai Kabupaten Kreatif Indonesia dalam subs ektor kriya dan akan kita naikan levelnya ke dunia dalam versi Unesco,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Jumlah penumpang Trans Jogja Trayek 13 meningkat hampir 20 persen setelah rute diperpanjang hingga Stadion TGP Margoluwih, Seyegan, Sleman.
Harga tiket Spanyol vs Belgia di perempat final Piala Dunia 2026 anjlok 60%! Tiket dari US$2.950 jadi US$1.200. Penyebab: AS dan Ronaldo tersingkir di babak 16
KPK mengamankan 18 orang dalam OTT Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan menyita uang miliaran rupiah, dolar Australia, dolar Singapura, serta logam mulia.
Google hadirkan label "Created or edited with AI" pada iklan. Pengguna bisa cek di My Ad Center. Pengiklan pihak ketiga wajib ungkap manual. Transparansi iklan
Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di Aceh, Jawa Tengah, Bali, dan NTB untuk memperkuat ketahanan pangan, pasokan air, serta pengendalian banji