Bukan Batik, Ternyata Furnitur Jadi Produk Ekspor Bantul yang Paling Diminati

Hadid Husaini
Hadid Husaini Senin, 29 Mei 2023 17:57 WIB
Bukan Batik, Ternyata Furnitur Jadi Produk Ekspor Bantul yang Paling Diminati

Ilustrasi mebel/Solopos

Harianjogja.com, BANTUL—Furnitur menjadi disebut menjadi produk Bantul yang paling diminati pasar luar negeri. Keunikan dari produk furnitur menjadi pemikat banyaknya importir memesan produk perajin dari Bantul.

“Mereka tertarik karena banyaknya furnitur yang ada di Bantul. Mereka juga sudah ada jaringan yang menyarankan Bantul juga punya produk yang bagus jika dibanding wilayah lain,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Tutik Lestariningsih, Senin (29/5/2023).

Dia menyebut di Bantul mengikuti banyak sekali event untuk memperkenalkan furnitur. “Furnitur support-nya banyak lewat event. Bantul selalu ikut di Jakarta maupun beberapa event yang digelar di JEC [Jogja Expo Center],” ujar Tutik.

BACA JUGA: Berburu Furniture Berkualitas di Jogja, Toko Mebel Ini Solusinya

Banyaknya buyer dari luar negeri, menurutnya, mendukung dalam menarik ketertarikan untuk membuat kesepakatan kerjasama. Dia menyebut beberapa produsen telah menjalin kerja sama jangka panjang.

“Sebenarnya ajang pameran tersebut bukan ajang transaksi tapi kemudian mereka melihat produknya. Baru antara buyer dan produsen berkomunikasi secara pribadi,”Disebut Tutik.

Selain furnitur, garmen menjadi komoditas yang menarik perhatian pasar luar.  Karena banyak pabrik garmen membuat komoditas juga terserap keluar negeri. Sementara anyaman juga menjadi komoditas ketiga paling diminati. “Anyaman banyak yang dari pandan dan eceng gondok banyak juga yang sudah ekspor..

Kendati begitu terdapat kendala bahan pada komoditas anyaman. Saat ini bantul masih tergantuk bahan baku eceng gondok dari wilayah lain. “Rawa pening eceng gondok suatu gulma yang dibersihkan. Jadi sampai sekarang Bantul masih mencari-sari penghasil eceng gondok di wilayah lain,” ujar dia.

“Mereka punya keinginan untuk bisa ekspor sendiri tapi masih ada yang berkeinginan untuk memproduksi  Selain itu banyak dari para perajin yang masih nge-sub atau menitipkan produknya kepada penjual yang sudah mapan dan pernah melakukan ekspor.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online