Krisis Air Bersih, Warga Padukuhan di Bantul Ini Kesulitan Mandi dan Minum
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
Ilustrasi mebel/Solopos
Harianjogja.com, BANTUL—Furnitur menjadi disebut menjadi produk Bantul yang paling diminati pasar luar negeri. Keunikan dari produk furnitur menjadi pemikat banyaknya importir memesan produk perajin dari Bantul.
“Mereka tertarik karena banyaknya furnitur yang ada di Bantul. Mereka juga sudah ada jaringan yang menyarankan Bantul juga punya produk yang bagus jika dibanding wilayah lain,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Tutik Lestariningsih, Senin (29/5/2023).
Dia menyebut di Bantul mengikuti banyak sekali event untuk memperkenalkan furnitur. “Furnitur support-nya banyak lewat event. Bantul selalu ikut di Jakarta maupun beberapa event yang digelar di JEC [Jogja Expo Center],” ujar Tutik.
BACA JUGA: Berburu Furniture Berkualitas di Jogja, Toko Mebel Ini Solusinya
Banyaknya buyer dari luar negeri, menurutnya, mendukung dalam menarik ketertarikan untuk membuat kesepakatan kerjasama. Dia menyebut beberapa produsen telah menjalin kerja sama jangka panjang.
“Sebenarnya ajang pameran tersebut bukan ajang transaksi tapi kemudian mereka melihat produknya. Baru antara buyer dan produsen berkomunikasi secara pribadi,”Disebut Tutik.
Selain furnitur, garmen menjadi komoditas yang menarik perhatian pasar luar. Karena banyak pabrik garmen membuat komoditas juga terserap keluar negeri. Sementara anyaman juga menjadi komoditas ketiga paling diminati. “Anyaman banyak yang dari pandan dan eceng gondok banyak juga yang sudah ekspor..
Kendati begitu terdapat kendala bahan pada komoditas anyaman. Saat ini bantul masih tergantuk bahan baku eceng gondok dari wilayah lain. “Rawa pening eceng gondok suatu gulma yang dibersihkan. Jadi sampai sekarang Bantul masih mencari-sari penghasil eceng gondok di wilayah lain,” ujar dia.
“Mereka punya keinginan untuk bisa ekspor sendiri tapi masih ada yang berkeinginan untuk memproduksi Selain itu banyak dari para perajin yang masih nge-sub atau menitipkan produknya kepada penjual yang sudah mapan dan pernah melakukan ekspor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.