Parkir QRIS di Bantul Belum Berjalan, Dishub Masih Siapkan Sistem
Penerapan parkir QRIS di Bantul belum direalisasikan. Dishub masih mematangkan aplikasi, koordinasi dengan BPD DIY, dan kesiapan juru parkir.
Para pengunjung saat melihat deretan produk mebel yang dipasang dalam agenda JIFINA 2026 di JEC Senin (9/3/2026). Memanasnya situasi di Timur Tengah disebut turut berdampak pada kunjungan pembeli mancanegara ke pameran ini.
Harianjogja.com, BANTUL—Pameran furnitur internasional Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2026 di Bantul mulai merasakan dampak konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Situasi geopolitik tersebut ikut memengaruhi pergerakan pembeli mancanegara dalam industri mebel yang menjadi salah satu pasar penting bagi produk furnitur Indonesia.
Presiden Direktur PT Jiffina Internasional Perkasa, Yuli Sugianto, menyampaikan bahwa penyelenggara JIFFINA 2026 berupaya merespons kondisi global tersebut dengan membuka peluang pasar baru, khususnya di kawasan Asia Tenggara, agar industri mebel nasional tetap bergerak dan memiliki alternatif tujuan ekspor.
Pameran Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2026 yang digelar pada 7–10 Maret di Jogja Expo Center (JEC) menghadirkan sekitar 200 peserta pameran serta mengundang sekitar 300 pembeli dari berbagai negara untuk menjalin transaksi bisnis dan memperluas jaringan perdagangan furnitur.
"Meski ada tantangan krisis global, kami optimistis belanja daerah dan buyer dalam negeri juga menjadi potensi besar yang bisa ditangkap," ujarnya, Senin (9/3/2026).
Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, menjelaskan bahwa pameran furnitur berskala internasional seperti JIFFINA mulai merasakan imbas konflik Timur Tengah.
Sejumlah pembeli dari luar negeri dilaporkan menunda perjalanan mereka ke Indonesia untuk melakukan transaksi secara langsung.
"Ini mungkin menjadi kendala tidak bisa bertemu dengan buyers, walaupun secara online mereka juga berkomunikasi dengan para eksportir yang ikut serta pameran di IFEX maupun di JIFINA," ungkapnya.
Menurut Yuna, gelaran JIFFINA yang selama ini cukup ramai dihadiri pembeli dari kawasan Timur Tengah juga ikut terdampak oleh situasi tersebut. Meski demikian, pelaku industri furnitur tetap berusaha menjaga pergerakan sektor ini melalui berbagai strategi yang disiapkan agar aktivitas ekspor tetap berjalan.
"Alhamdulillah mereka masih pada semangat. Dan mungkin juga jalur-jalur alternatif untuk ekspornya itu direkayasa oleh teman-teman, tidak melewati Terusan Suez, mungkin melewati yang lain," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penerapan parkir QRIS di Bantul belum direalisasikan. Dishub masih mematangkan aplikasi, koordinasi dengan BPD DIY, dan kesiapan juru parkir.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.