Krisis Air Bersih, Warga Padukuhan di Bantul Ini Kesulitan Mandi dan Minum
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
Jumpa pers pengungkapan kasus penyalahgunaan senjata tajam, Senin (21/8/2023). /Harian Jogja-Hadid Husaini.
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang pemuda Desa Tirtosari, Kretek, Bantul berinisial MFN, 18, ditangkap polisi. Ia terlibat kasus meresahkan masyarakat dengan mengacung-acungkan celurit di jalanan.
Adapun tindakan itu dilakukan MFN bersama komplotannya pada Sabtu (5/8/20230 dinihari. Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Bayu Sila Pambudi menyampaikan penangkapan pelaku bermula dari laporan warga yang melihat remaja menggunakan sepeda motor jenis PCX dengan membawa senjata tajam pada Sabtu (5/8/2023) pukul 01.30 WIB.
BACA JUGA : Polisi Tangkap 15 Pelaku Klitih Jogja yang Viral, 9 Masih Anak-Anak
“Ada laporan masyarakat ketika petugas melaksanakan patroli skala besar. Ada remaja yang menggunakan motor PCX warna merah yang mengacungkan celurit di jalan Bantul yang mengarah ke timur ke Arah Pasar Niten Baru,” sebutnya dalam jumpa pers di Polres Bantul, Senin (21/8/2023).
Polisi kemudian melakukan tindakan laporan masyarakat tersebut dan mendapati terdapat sejumlah remaja yang berkumpul di Pedukuhan Prancak Sawit, Panggungharjo, Sewon.
“Petugas mendatangi tongkrongan tersebut dengan indikasi terdapat motor SPM PCX warna merah. Selanjutnya petugas menggeledah lokasi dan ditemukan minuman beralkohol dan empat bilah celurit yang disimpan di bawah sofa,” katanya.
Dari saksi-saksi yang dimintai keterangan di lokasi tersebut, diketahui bahwa salah satu celurit dimiliki oleh tersangka dengan inisial MFN, 18.
MFN membawa senjata tajam berupa satu bilah celurit dengan Panjang 48 cm bergagang besi warna silver dan celurit dengan Panjang 38 cm bergang plastic warna merah.
BACA JUGA : Ini Wajah dan Peran Para Pelaku Klitih Titik Nol Jogja
Tersangka mengaku terlebih dahulu disimpan di rumah kawannya, kemudian keesokan harinya dibawa ke tempat tongkrongan. Celurit tersebut rencananya akan digunakan tersangka untuk tawuran dengan kelompok remaja dari sekolah lain.
Adapun barang bukti yang disita polisi berupa empat buah celurit, satu tas punggung, satu unit sepeda motor Honda Beat, satu dompet berisi KTP atas nama pelaku yang beralamat di Tirtosari, Kretek, Bantul. “Selain itu kami juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda PCX Warna merah,” katanya.
Buntut dari ulanya tersebut, MFN dikenakan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang darurat Nomor 1 tahun 1951 tentang penyalahgunaan senjata tajam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
Ingin merencanakan kehamilan? Simak faktor penting seperti usia, kesehatan, dan gaya hidup yang memengaruhi kesuburan.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Ribuan warga hadir dalam pengajian dan sholawatan HUT ke-110 Sleman. Bupati tekankan pembangunan spiritual dan kebersamaan.
Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Simak profil, kontrak, dan target The Blues di musim mendatang.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.