BPJS Ketenagakerjaan Jateng-DIY Salurkan Manfaat Rp4,86 Triliun hingga September 2026
BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY menyalurkan manfaat jaminan sosial Rp4,86 triliun untuk 597.802 kasus klaim sepanjang Januari–September 2026.
Penyelenggaraan Upacara Ganti Dwaja Bregada Jaga Kadipaten Puro Pakualaman Sabtu, (3/5/2023)./Istimewa
JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY bersama Puro Pakualaman menggelar upacara Ganti Dwaja Bregada Jaga Kadipaten Puro Pakualaman. Upacara tersebut diharapkan dapat menjadi atraksi wisata budaya rutin untuk menarik wisatawan.
Plh. Dispar DIY, Kurniawan menyampaikan upacara tersebut diselenggarakan secara rutin setiap 35 hari sekali atau setiap Sabtu Kliwon. Dengan penyelenggaraannya yang rutin, menurut Kurniawan diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata budaya bagi wisatawan.
Menurut Kurniawan, wisata budaya masih menjadi daya tarik unggulan di DIY. Dalam penyelenggaraan upacara tersebut, dia melihat tingginya antusiasme wisatawan domestik dan mancanegara.
“Saya lihat banyak wisatawan yang mengikuti pagelaran budaya ini. Kalau kita lihat sore ini banyak wisatawan mancanegara yang turut mengambil gambar selama pagelaran,” katanya, Sabtu (3/5/2023).
BACA JUGA: Mampir ke Warung Kopi Klotok, Ini Menu yang Dicicipi Presiden Jokowi dan Keluarga
Menurut Kurniawan, upacara Ganti Dwaja Bregada Jaga Kadipaten Puro Pakualaman yang dikemas dengan atraksi budaya di DIY menjadi keunggulan upacara budaya tersebut. “Acara intinya pergantian bregada, namun ada pula atraksi budaya daerah yang menjadi bagian dari acara tersebut,” katanya.
Dalam upacara tersebut, Bregada Lombok Abang berganti dengan Bregada Plangkir. Dalam upacara tersebut, di bagian akhir para prajurit melakukan Mubeng Beteng Puro Pakualaman.
Selain pergantian bregada, ada pula atraksi budaya Rampak Buto Sanggar Gajendra dan jathilan Beksa Kundha Mataram dari Krebet, Sendangsari, Pajangan, Bantul, serta penampilan dari Sanggar Matra, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.
Menurutnya, atraksi budaya tersebut ditampilkan untuk mengenalkan budaya DIY kepada wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Menurut Kurniawan tingginya antusiasme wisatawan untuk melihat upacara dan atraksi budaya tersebut menimbulkan kepadatan lalu lintas di sekitar Pura Pakualaman. Sehingga untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, pihaknya akan terus berupaya untuk melakukan penataan di kawasan tersebut.
“Perlu kami pikirkan ke depan untuk mengatur tata letak atraksinya, tata letak parkirnya, arus lalu lintasnya agar posisinya nyaman untuk wisatawan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY menyalurkan manfaat jaminan sosial Rp4,86 triliun untuk 597.802 kasus klaim sepanjang Januari–September 2026.
Gejala penyakit jantung bawaan pada bayi bisa muncul beberapa bulan setelah lahir. Kenali tanda yang perlu diwaspadai dan pentingnya skrining.
Kemensos menargetkan 48 juta keluarga terdaftar di Perlinsos Digital pada akhir 2026. Pendaftaran bukan jaminan otomatis menerima bansos.
Sejumlah akademisi ilmu sosial dan politik berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyoroti kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi
Jogja mulai diguyur hujan pada 24 Oktober 2026. BMKG menyebut hujan dipengaruhi faktor lokal dan mengingatkan potensi cuaca ekstrem.
BPOM menerbitkan 144.863 izin edar pangan olahan pada 2024–2026 serta memeriksa 198 SPPG untuk mendukung keamanan pangan program MBG.