Astra Motor Yogyakarta Sambut Siswa Wisata Studi Sambil Edukasi
Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota pelajar dan destinasi wisata favorit, tetapi kini juga menjadi pusat studi banding keselamatan berkendara
Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo melepas rombongan karyawan Pemkot Jogja yang bersepeda untuk napak tilas tempat-tempat yang pernah menjadi bagian penting dari Pemkot Jogja, Senin (5/6/2023)./Ist
JOGJA—Pemerintah Kota Jogja memiliki cara unik untuk mengenalkan sejarah Balai Kota sebagai pusat pemerintahan, yakni dengan bersepeda. Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo bersama ribuan karyawan Pemkot Jogja napak tilas dengan bersepeda ke tempat-tempat yang pernah menjadi bagian penting dari Pemkot Jogja, Senin (5/6/2023).
Acara ini juga untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Pemkot Jogja. Sebelum dilepas, dilakukan prosesi penyerahan Pataka Pemkot Jogja dari Penjabat Walikota kepada bregada.
Singgih mengungkapkan giat gowes kali ini bertujuan untuk mengajak para karyawan Pemkot Jogja untuk memasuki lorong waktu kembali ke masa lalu dan mengunjungi tempat-tempat yang pernah menjadi bagian penting dari Pemerintahan di Kota Jogja.
“Gowes bersama ini intinya mengajak para peserta untuk napak tilas, karena Balai Kota atau pusat pemerintahan Kota Jogja sudah mengalami perpindahan beberapa kali," jelasnya.
Baca juga: Bandara YIA Mulai Melayani Penerbangan Umroh Agustus 2023, Ini Maskapainya
Singgih akan terus menggalakkan semangat bersepeda di Kota Jogja. "Dengan bersepeda ini selain untuk mempromosikan wisata Kota Yogyakarta yang sehat, juga dapat menjaga imunitas dan kebugaran tubuh," ungkapnya.
Rombongan pesepeda mengambil start di Ndalem Poenokawan yang merupakan Balai Kota Jogja yang lama, kemudian menuju Sasono Hinggil yang berada di Alun-Alun Selatan.
Di tempat ini, para peserta di sambut oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono. Setelah dilepas kembali, peserta melanjutkan perjalanan menuju Ndalem Notokusuman.
Di Ndalem Notoksuman ini, rombongan kembali disambut oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jogja, Kadri Renggana.
Sebagai informasi pada awalnya Pemerintahan Kota Jogja diselenggarakan di Sasono Hinggil yang berada di Alun-Alun Selatan pada tahun 1947-1952. Kemudian berpindah menempati Ndalem Poenokawan mulai tahun 1952-1956.
Pada tahun 1956-1975 berpindah lagi ke Ndalem Notokusuman. Dan pada akhirnya pada tahun 1975 Balai Kota Jogja yang berada di Timoho, Kelurahan Muja Muju hingga saat ini.
Sesampainya di Balai Kota Timoho, pataka tersebut di kirab oleh para bregada dengan diiringi genderang. Selanjutnya pataka diserahkan kepada Sekda Kota Jogja, Aman Yuriadijaya dan dilanjutkan diserahkan kepada Asisten Administrasi Umum, Kris Sarjono Sutejo.(BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota pelajar dan destinasi wisata favorit, tetapi kini juga menjadi pusat studi banding keselamatan berkendara
AS mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel hingga akhir tahun 2026.
Toyota bidik 300 SPK di IIMS Surabaya 2026 lewat peluncuran mobil hybrid baru dan berbagai program insentif pembelian kendaraan EV.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun dengan tarif Rp8.000 dan keberangkatan pagi hingga malam.
Tips sehat konsumsi daging kurban saat Iduladha agar kolesterol tetap aman, mulai dari cara memasak hingga mengatur porsi makan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun, tarif Rp8.000 dan jadwal keberangkatan pagi hingga malam.