Soft Living Jadi Tren di Jogja, Anak Muda Utamakan Kesehatan Mental
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Pembangunan perdana erection girder di atas selokan mataram ini berlokasi di Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Sabtu (27/5/2023). /Istimewa-Dok.JJB
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan tol Jogja Bawen seksi 1 ruas Jogja-Banyureji setidaknya bakal memotong empat sungai di wilayah Sleman. Meski demikian pelaksana pembangunan proyek ini memastikan keberadaan sungai tersebut akan tetap aman. Salah satunya dengan dibangun konstruksi underbridge.
Pembangunan underbridge ini dilakukan karena trase jalan tol memotong sungai. Sehingga perlu dilakukan relokasi karena di titik tersebut dilakukan timbunan untuk menyamakan elevasi jalan tol. Pekerjaan relokasi sungai ini bertujuan agar sungai yang ada tetap bisa mengalir tanpa harus di tutup sehingga aliran sungai pada daerah tersebut tetap lancar dan pembangunan elevasi jalan tol dapat lebih mudah.
BACA JUGA : Pengerjaan Tol Jogja-Bawen Dibagi 6 Seksi, Ini Lokasi
Berdasarkan tayangan terbaru Youtube BPJT terkait tayangan video trase Tol Jogja Bawen seksi 1 telah ditentukan titik pembangunan underbridge di sepanjang proyek tersebut. Setidaknya ada lima titik underbridge yang diberikan keterangan sebagai akses Banyurejo Kawasan Tempel, Sleman. Titik undebridge ini berada di STA0+400, STA 0+625, STA 0+800, STA 1+092 dan STA 1+250.
Selanjutnya ada empat sungai yang akan dilewati tol Jogja Bawen ini dan harus dibangun underbridge. Jika ditelusuri dari arah Banyurejo menuju Jogja, di antaranya Underbridge Sungai Krasal berada di STA 68+650, Unndebridge Kali Mataram atau Selokan Mataram yang dibangun di STA 68+825. Selain itu ada Undebridge Sungai Sangu Bantu di STA 72+925 dan Underbridge Kali Konteng di STA 75+825.
Dari sejumlah underbridge tersebut salah satu pengerjaan girder yang sudah dilakukan yaitu di Underbridge Kali Mataram. Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), A. J Dwi Winarsa menyampaikan pekerjaan erection girder dilakukan perdana di Tol Jogja-Bawen seksi 1 STA 68+825, di Jembatan Selokan Mataram, Desa Banyurejo, Tempel, Kabupaten Sleman.
BACA JUGA : Terbaru, Tol Jogja Bawen Punya 4 Jembatan Layang di Atas
Dalam pekerjaan tersebut ada 20 gelagar yang dibagi menjadi 2 dengan dimensi yang berbeda yakni 10 gelagar panjang bentang 40,8 meter dengan berat 88 ton, dan 10 gelagar panjang bentang 30,8 meter dengan berat 58 ton. Pekerjaan tersebut juga menggunakan 2 unit crawler crane cap 250 ton (crane erection) dan 1 unit crawler crane cap 120 ton (crane loading).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
PDIP Jawa Tengah belum menentukan sikap atas penangkapan Bupati Sukoharjo Etik Suryani oleh KPK. Partai masih menunggu rilis resmi.
Parfait stroberi dan yogurt kaya protein, serat, dan probiotik, bantu kenyang lebih lama dan dukung program penurunan berat badan.
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Polda Metro Jaya masih menelusuri kepemilikan aset dalam kasus korupsi dan TPPU. Penggeledahan dilakukan di 13 lokasi di Jakarta hingga Bogor.