BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Ilustrasi gempa/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY merekam 45 gempa susulan pascagempa Bumi magnitudo 6,4 yang kemudian diperbaharui menjadi magnitudo 6,0 di barat daya Bantul pada Jumat (30/6/2023), pukul 19.57 WIB
“Gempa susulan sampai Sabtu tanggal 1 Juni 2021 pukul 10.15 WIB sudah terjadi 45 kali rata-rata magnitudo 2,5 sampai yang tertinggi magnitdo 4,2,” kata Zamroni, anggota Staf Bagian Observasi BMKG Stasiun Geofisika Sleman, sesuai rapat koordinasi di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Sabtu (1/7/2023).
Zamroni mengatakan rata-rata gempa susulan yang terjadi tidak terasa. Namun itu menjadi bagian dari gempa sebelumnya dengan magnitudo 6.0 yang terjadi di barat daya Bantul di kedalaman 67 kilometer.
BMKG belum bisa memastikan sampai kapan gempa susulan akan berlangsung.
“Sampai kapannya belum bisa memastikan, tapi ini terus kita monitoring. Yang jelas dari gempa susulan yang terjadi semakin ke sini semakin berkurang. Kebanyakan tidak terasa,” ujarnya.
Zamroni mengatakan gempa susulan yang terjadi tersebut bagian dari gempa Bumi magnitudo 6,0 di wilayah Samudera Hindia selatan Jawa. Episentrum gempa terletak pada koordinat 86,3 deraat LS: 110,08 derajat. Gempa Bumi yang terjadi merupakan gempa bumi jenis menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Austrakia ke bawah Lempeng Eurasia.
Gempa Bumi tektonik tersebut berdampak pada kerusakan di sejumla wilayah termasuk Bantul. BMKG DIY ingin memvalidasi dampak kerusakan terhadap tingkat goncangan gempa yang dirasakan.
“Sejau ini dampak yang sudah dikoordinasikan dengan BPBD Bantul, dampaknya di Bantul relatif lebih ringan. Hanya ada retak-retak, yang paling parah di daerah [Kapanewon] Kretek,” paparnya.
Ia menilai penanganan pascagempa oleh Pemkab Bantul cukup baik. BPBD Bantul sudah sigap dan terus berkoordinasi dengan BMKG dan stakeolder lainnya. Ia meminta masyarakat tetap tenang tenang dan tidak terlalu panik. Jika ada kerusakan bangunan rumah harus segera melaporkan ke BPBD melalui pengurus RT atau kepala dusun masing-masing.
Disinggung soal dampak pada kondisi laut selatan Jawa, Zamroni mengatakan dampak teradap ombak atau ketinggian air laut tidak terlalu signifikan pascagempa bumi. “Dari parameter gempa bumi magnitudo 6,0 tersebut tidak berpotensi tsunami, tidak ada pergerakan tinggi muka laut,” tandasnya.
Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan BMKG ingin memetakan wilayah terdampak gempa bumi dan tingkat kerusakan bangunan yang terjadi di wilayah Bantul.
Setelah pemetaan tersebut, BMKG akan memasang seismograf atau alat untuk mencatat gempa Bumi yang menunjukkan kekuatan, lama, dan arahnya di titik-titik yang berdekatan dengan jalur aktivitas sesar Opak. “Sejauh ini dampak kerusakan bangunan yang terjadi pascagempa bumi masuk kategori ringan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Minggu 4 Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 4 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.